<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Oktintia&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://oktintia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://oktintia.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 09:52:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='oktintia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Oktintia&#039;s Blog</title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://oktintia.wordpress.com/osd.xml" title="Oktintia&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://oktintia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tugas Pengertian Psikologi Lintas Budaya</title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com/2012/01/19/tugas-pengertian-psikologi-lintas-budaya/</link>
		<comments>http://oktintia.wordpress.com/2012/01/19/tugas-pengertian-psikologi-lintas-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 09:52:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oktintia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oktintia.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[1. Cari pengertian psikologi lintas budaya searching diinternet/buku! Jawab: Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=67&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Cari pengertian psikologi lintas budaya searching diinternet/buku!<br />
Jawab: Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas: 1. Riset lintas-budaya dalam psikologi adalah perbandingan sistematik dan eksplisit antara variabel psikologis di bawah kondisi-kondisi perbedaan budaya dengan maksud mengkhususkan antesede-anteseden dan proses-proses yang memerantarai kemunculan perbedaan perilaku.</p>
<p>2 Ruang lingkup lintas budaya<br />
Jawab:<br />
-persepsi<br />
-kognisi n prkembangan&#8217;a<br />
-bahasa n emosi<br />
-psikologi abnormal</p>
<p>3. Hubungan psikologi lintas budaya dgn ilmu lain&#8217;a<br />
Jawab:<br />
Hubungan lintas budaya dengan ilmu yang lain :<br />
a. Hubungan lintas budaya dengan ilmu antropologi dalam definisi sering tumpang tindih, baik disiplin cenderung memfokuskan pada aspek yang berbeda dari suatu budaya. Hanya sebagian kecil dimensi manusia yang tidak dicakup dalam konsep budaya, yakni yang terkait dengan insting serta naluri. Contoh : sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup dan sistem teknologi dan peralatan.<br />
b. Hubungan lintas budaya dengan ilmu sosial, kebijaksanaan diterima masyarakat berbasis pertanian tradisional memiliki budaya kolektifitas modern. Contoh : masyarakat informasi.<br />
c. Hubungan lintas budaya dengan ilmu psikologi klinis, psikologi klinis telah menerapkan prinsip &#8211; prinsip psikologi lintas budaya. Contoh : dalam hal psikoterapi dan konseling.<br />
d. Hubungan lintas budaya dengan ilmu sosiologi, kebudayaan lain oleh sebuah kelompok atau individu.<br />
Contoh : kebudayaan hindu budha adanya kontak dagang antara indonesia dengan india maka mengakibatkan adanya kontak budaya yang menghasilkan bentuk-bentuk akulturasi kebudayaan baru tetapi tidak melenyapkan kebudayaan sendiri.</p>
<p>4. Cari artikel yg brhubungan dgn ilmu lain&#8217;a ditambah dengan pengalaman pribadi<br />
Kuburan-kuburan Unik Lintas Budaya di Indonesia<br />
Makam Dayak Benuaq – Kalimantan Timur￼<br />
￼Berkunjung ke kampung suku dayak Benuaq ataupun suku dayak Bentian pedalaman Kalimantan Timur. Kuburan akan mudah ditemukan halaman samping atau tepi jalan menuju kampung orang Dayak Benuaq. Kuburan orang Benuaq atau Bentian tidak didalam taah seperti layaknya suku lain.ketika pertama meninggal mereka akan dimakamkan didalam kotak yang di sangga oleh tiang atau di gantung pada tali. kemudian setelah beberapa tahun kuburan itu dibuka lagi lalu tulang belulang si mati di doakan lalu di masukan kedalam kotak bertiang yang permanent. biasanya tiap keluarga mempunyai kuburannya masing-masing dan kebanyakan letaknya disamping rumah keluarga, tidak dipekuburan umum seperti kebanyakan di kota atau kampung lain.</p>
<p>￼</p>
<p>Share</p>
<p>Hampir tiap malam terdengar musik pemanggil arwah orang yang sedang mengadakan upacara Beliatn tarian dan mantra penyembuhan untuk anak ataupun untuk mendoakan orang meninggal</p>
<p>Batu lemo &#8211; Tana Toraja<br />
￼<br />
Tempat pekuburan atau persemayaman jenazah berbentuk lubang-lubang pada dinding cadas. Tempat ini merupakan hasil kreasi manusia Toraja yang luar biasa. Bagaimana tidak, persemayaman yang telah ada sejak abad ke-16 itu dibuat dengan cara memahat. Saat itu, tentu dengan peralatan yang sangat sederhana. Lemo terletak di desa (lembang) Lemo. Sekitar 12 kilometer sebelah selatan Rantepao atau enam kilometer sebelah utara Makale.</p>
<p>Dinamai Lemo karena beberapa model liang batu itu berbentuk bundar dan berbintik-bintik menyerupai buah jeruk atau limau. Kuburan-kuburan batu itu disebut juga sebagai liang paa&#8217;.</p>
<p>Ada 75 lubang pada dinding cadas. Beberapa di antaranya memiliki patung-patung berjajar yang disebut tau-tau. Patung-patung itu adalah lambang kedudukan sosial, status, dan peran mereka semasa hidup sebagai bangsawan setempat.</p>
<p>Obyek ini ramai dikunjungi sejak tahun 1960. Selain menyaksikan kuburan batu, wisatawan juga dapat membeli berbagai sovenir atau berjalan jalan sekitar obyek tersebut menyaksikan buah buah pangi yang ranum kecoklatan. Buah-buah itu siap diolah dan dimakan sebagai makanan khas suku Toraja yang di sebut pantollo pamarrasan.</p>
<p>Kuburan bayi kambira &#8211; Tana Toraja<br />
￼</p>
<p>Di Kambira masih di wilayah Tana Toraja ada kuburan bayi, berupa pohon besar yang dilubangi, jenazah si bayi setelah dibalsem dan dibungkus , lalu dimasukkan ke dalamnya dan lobang ditutup dengan anyaman ijuk.</p>
<p>Batu Karang Terjal Londa – Tana Toraja</p>
<p>￼</p>
<p>￼</p>
<p>kuburan sisi karang terjal adalah salah satu sisi dari kuburan itu berada di ketinggian dari bukit mempunyai gua yang dalam dimana peti-peti mayat di atur dan di kelompokkan berdasarkan garis keluarga. Disisi lain di balkon.</p>
<p>Trunyan &#8211; Bali</p>
<p>￼</p>
<p>￼</p>
<p>Sebagaimana masyarakat Bali umumnya, Warga Desa Trunyan juga mengenal ngaben, namun ditaruh begitu saja di sebuah areal hutan. Ane disana selama berbulan-bulan.</p>
<p>Mengapa mayat yang menggeletak begitu saja di semak itu tidak menimbulkan bau? Padahal secara alamiah, tetap terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut? Hal inilah yang menjadi daya tarik para wisatawan untuk mengunjungi lokasi wisata ini. Nah, konon sebabnya, di areal hutan tersebut terdapat sebuah pohon yang dikenal bernama Taru Menyan yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Trunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.</p>
<p>Makam Raja-raja Imogiri &#8211; Yogyakarta</p>
<p>￼</p>
<p>￼</p>
<p>Dibangun sekitar tahun 1632 oleh Sultan Agung, raja Mataram Islam terbesar, bangunan makam lebih bercorak bangunan Hindu. Pintu gerbang makam dibuat dari susunan batu bata merah tanpa semen yang berbentuk candi Bentar. Memasuki makam raja-raja Mataram jelas tidak sama dengan memasuki pemakaman umum. untuk masuk ke makam Sultan Agung, maka selain harus mengenakan pakaian adat Jawa, kita harus melepas alas kaki, juga harus melalui tiga pintu gerbang.<br />
Bahkan yang bisa langsung berziarah ke nisan para raja itu pun terbatas pada keluarga dekat raja atau masyarakat lain yang mendapat izin khusus dari pihak Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta.</p>
<p>Oleh karena itu, peziarah awam yang tidak siap mengenakan pakaian adat Jawa, terpaksa hanya bisa melihat pintu gerbang pertama yang dibuat dari kayu jati berukir dan bertuliskan huruf Jawa berusia ratusan tahun, dengan grendel dan gembok pintu kuno.</p>
<p>Hanya para juru kunci pemakaman itu yang bisa membuka gerbang tersebut. Jika toh masyarakat awam bisa melihat ”isi” di balik pintu gerbang pertama, itu pun ketika keluarga raja datang, pintu gerbang dibuka lebar, dan masyarakat bisa melongok sebentar sebelum gerbang itu ditutup. Rasa penasaran itu pula yang menyebabkan misteri makam raja Mataram tetap terpelihara</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oktintia.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oktintia.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oktintia.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oktintia.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oktintia.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oktintia.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oktintia.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oktintia.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oktintia.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oktintia.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oktintia.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oktintia.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oktintia.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oktintia.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=67&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oktintia.wordpress.com/2012/01/19/tugas-pengertian-psikologi-lintas-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87fae006d9449011a591dfc85081780a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oktintia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebudayaan Ambon</title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com/2012/01/19/kebudayaan-ambon/</link>
		<comments>http://oktintia.wordpress.com/2012/01/19/kebudayaan-ambon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 07:44:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oktintia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oktintia.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[BAB I KEBUDAYAAN AMBON A. IDENTIFIKASI BUDAYA AMBON Ambon adalah sebuah suku yang mendiami daerah kepulauan yang sekarang terletak di Provinsi Maluku. Nama Maluku sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Arab, yakni al-muluk. Penamaan tersebut dikarenakan yang membuat peta daerah Maluku adalah para sarjana geografi Arab. Tetapi setelah Belanda masuk, kata tersebut dirubah menjadi Maluku. Maluku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=64&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAB I<br />
KEBUDAYAAN AMBON</p>
<p>A. IDENTIFIKASI BUDAYA AMBON<br />
Ambon adalah sebuah suku yang mendiami daerah kepulauan yang sekarang terletak di Provinsi Maluku. Nama Maluku sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Arab, yakni al-muluk. Penamaan tersebut dikarenakan yang membuat peta daerah Maluku adalah para sarjana geografi Arab. Tetapi setelah Belanda masuk, kata tersebut dirubah menjadi Maluku.<br />
Maluku didominasi oleh ras suku bangsa Melania Pasifik, yang masih berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan beberapa bangsa kepulauan yang tersebar di kepulauan Samudera Pasifik. Sementara itu suku pendatang kebanyakan berasal dari daerah Buton, Makassar, Bugis, Cina dan Arab. Maluku juga memiliki ikatan tradisi dengan bangsa-angsa kepulauan pasifik seperti bahasa, lagu daerah, makanan, perangkat peralatan rumah tangga dan alat musik.<br />
Orang-orang suku Ambon umumnya memiliki kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat. Profil tubuh mereka lebih atletis dibandingkan dengan suku lain di Indonesia dikarenakan aktifitas utama mereka merupakan aktifitas laut seperti berlayar dan bernenang.<br />
Pendukung kebudayaan di Maluku terdriri dari ratusan sub suku, yang dapat diindikasikan dari pengguna bahasa lokal yang diketahui masih aktif dipergunakan sebanyak 117 dari jumlah bahasa lokal yang pernah ada. Meskipun masyarakat di daerah ini mencerminkan karakteristik yang multikultur, tetapi pada dasarnya mempunyai kesamaan nilai budaya sebagai representasi kolektif. Salah satunya adalah filosofi Siwalima yang selama ini telah melembaga sebagai cara pandang masyarakat tentang kehidupan bersama dalam kepelbagaian. Di dalam filosofi ini, terkandung berbagai pranata yang memiliki nlai umum dan dapat ditemukan di seluruh wilayah Maluku.<br />
Pulau Ambon merupakan pulau yang terletak di Kepulauan Maluku, di selatan Pulau Seram. Saat ini merupakan letak kota Ambon ibukota dari provinsi Maluku.</p>
<p>B. KEHIDUPAN SOSIAL KEMASYARAKATAN<br />
Desa adat suku Ambon dibangun sepanjang jalan utama antara satu desa dengan desa yang lain saling berdekatan, atau bisa juga dalam bentuk kelompok yang terdiri dari rumah-rumah yang dipisahkan oleh tanah pertanian. Bentuk kelompok kecil rumahrumah itu disebut ”Soa”. Rumah asli Ambon, sama seperti di Nias, Mentawai, Bugis Toraja, dan suku lainnya di Indonesia, dibangun dengan tiang kayu yang tinggi. Beberapa “Soa” yang letaknya berdekatan satu dengan yang lain dalam sebuah kampung yang disebut dengan ”Aman”. Kumpulan dari beberapa ”Aman” disebut dengan ”Desa” yang juga disebut dengan ”Negari” dan dipimpin oleh seorang ”Raja” yang diangkat dari klen-klen tertentu yang memerintah secara turun-temurun, dan kekuasaan di dalam negari dibagi-bagi untuk seluruh klen dalam komunitas negeri. Pusat dari sebuah Negari dapat dilihat dengan adanya balai pertemuan, rumah raja, gereja, masjid, rumah alim ulama, toko, dan kandang berbagai hewan peliharaan.<br />
Dalam proses sosio-historis, ”negari-negari” ini mengelompok dalam komunitas agama tertentu, sehingga timbul dua kelompok masyarakat yang berbasis agama, yang kemudian dikenal dengan sebutan Ambon Sarani dan Ambon Salam. Pembentukan negeri seperti in memperlihatkan adanya suatu totalitas kosmos yang mengentalkan solidaritas kelompok, namun pada dasarnya rentan terhadap kemungkinan konflik. Oleh sebab itu, dikembangkanlah suatu pola manajemen konflik tradisional sebagai pencerminan kearifan pengetahuan lokal guna mengatasi kerentanan konflik seperti Pela, Gandong; yang diyakini mempunyai kekuatan supranatural yang sangat mempengaruhi perilaku sosial kedua kelompok masyarakat ini; dan hubungan kekerabatan lainnya.</p>
<p>C. SISTEM KEMASYARAKATAN<br />
Dalam kehidupan masyarakat Maluku pada umumnya dan Ambon pada khususnya, hubungan persaudaraan atau kekeluargaan terjalin atau terbina sangat akrab dan kuat antara satu desa atau kampung dengan desa atau kampung yang lain. Hubungan kekeluargaan atau persaudaraan yang terbentuk secara adat dan merupakan budaya orang Maluku atau Ambon yang sangat dikenal oleh orang luar itu dinamakan dengan istilah &#8220;PELA&#8221;.<br />
Hubungan pela ini dibentuk oleh para datuk atau para leluhur dalam ikatan yang begitu kuat. Ikatan pela ini hanya terjadi antara desa kristen dengan desa kristen dan juga desa kristen dengan desa islam. Sedangkan antara desa Islam dengan desa Islam tidak terlihat (Frank L. Cooley, Mimbar dan Takhta, Jakarta: PSH, 1987, hlm 183). Dengan demikian, walaupun ada dua agama besar di Maluku (Ambon), akan tetapi hubungan mereka memperlihatkan hubungan persaudaraan ataupun kekeluargaan yang begitu kuat. Namun seperti ungkapan memakan si buah malakama atau seperti tertimpa durian runtuh, hubungan kekeluargaan atau persaudaraan yang begitu kuatpun mendapat cobaan yang sangat besar, sehingga tidak dapat disangkali bahwa hubungan yang begitu kuat dan erat, ternyata pada akhirnya bisa diruntuhkan oleh kekuatan politik yang menjadikan agama sebagai alat pemicu kerusuhan yang sementara bergejolak di Maluku (Ambon), yang sampai sekarang sulit untuk dicari jalan keluarnya.<br />
Hubungan persaudaraan dan kekeluargaan yang begitu kuat dipatahkan dengan kekuatan agama yang dilegitimasi oleh kekuatan politik hanya karena kepentingan-kepentingan big bos atau orang-orang tertentu. Apakah budaya &#8220;Pela (Gandong)&#8221; bisa menjadi jembatan lagi untuk mewujudkan rekonsiliasi di Maluku (Ambon)? Inilah yang masih merupakan pergumulan.<br />
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa setiap ”Soa” dipimpin oleh seorang kepala ”Soa”, yang bertugas mengerjakan urusan administrasi harian, baik itu urusan tradisional, maupun untuk urusan pemerintahan Indonesia. Sedangkan beberapa kesatuan ”Soa” yang disebut dengan ”Negari”, dipimpin oleh seorang ”raja” yang diangkat berdasarkan keturunan. Tetapi walaupun ”raja” diangkat berdasarkan keturunan, aturan adat suku Ambon dalam memilih suatu pemimpin, pada umumnya dilakukan dengan cara pemilihan dengan cara pemungutan suara. Berikut adalah beberapa ”Sanitri” atau pejabat tradisional dalam kehidupan sosial masyarakat Suku Ambon :<br />
Tuan tanah<br />
Seseorang yang ahli dalam bidang pertanahan dan kependudukan<br />
Kapitan<br />
Seseorang yang ahli dalam peperangan<br />
Kewang<br />
Seseorang yang bertugas untuk menjaga hutan<br />
Marinyo<br />
Seseorang yang bertugas memberikan berita dan pengumuman. Dalam kemasyarakatan Suku Ambon, banyak dijumpai Organisasiorganisasi kemasyarakatan yang memiliki berbagi macam visi dan misi. Berikut beberapa contoh organisasi kemasyarakatan Suku Ambon :<br />
Patalima<br />
Lima bagian, merupakan orang-orang yang tinggal di sebelah timur. Namun dilihat dari sejarah di mana Suku Ambon pernah dikuasai oleh Ternate dan Tidore, organisasi ini nampaknya dibentuk untuk menunjukkan pengaruh kerajaan Ternate dan Tidore, dan juga untuk membantu pertahanan dari serangan musuh.<br />
Jajaro<br />
Organisasi kewanitaan Suku Ambon<br />
Ngungare<br />
Organisasi kepemudaan<br />
Pela Keras<br />
Organisasi antar Soa yang fokus pada kegiatan kerjasama suatu proyek antar Soa, peperangan, dan lain-lain.</p>
<p>Pela Minum Darah<br />
Hampir sama dengan Pela Keras. Organisasi ini mengikat persatuan mereka dengan cara meminum, darah mereka masing-masing yang dicampur menjadi satu.<br />
Pela Makan Sirih<br />
Organisasi antar Soa yang fokus pada bidang pembangunan masjid, gereja, dan sekolah<br />
Muhabet<br />
Organisasi yang mengurus semua kegiatan upacara kematian<br />
Patasiwa<br />
sembilan bagian, merupakan kelompok orang-orang Alifuru yang bertempa tinggal di sebelah baratsungai mala sampai ke Teluk upa putih di sebelah selatan. Patasiwa dibagi menjadi dua kelompok yaitu patasiwa hitam dan patasiwa putih. Patasiwa hitam wargawarganya di tato, sedangkan patasiwa putih tidak.</p>
<p>Pengertian Pela<br />
Pela berasal dari kata &#8220;Pila&#8221; yang berarti &#8220;buatlah sesuatu untuk bersama&#8221;. Sedangkan jika ditambah dengan akhiran -tu, menjadi &#8220;pilatu&#8221;, artinya adalah menguatkan, usaha agar tidak mudah rusuh atau pecah. Tetapi juga ada yang menghubungkan kata pela ini dengan pela-pela yang berarti saling membantu atau menolong. Dengan beberapa pengertian ini, maka dapat dikatakana bahwa PELA adalaah suatu ikatan persaudaraan atau kekeluargaan antara dua desa atau lebih dengan tujuan saling membantu atau menolong satu dengan yang lain dan saling merasakan senasib penderitaan. Dalam arti bahwa senang dirasakan bersama begitupun susah dirasakan bersama (Adat dan Upacara Perkawinan Daerah Maluku, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977/1978, hlm 27). Ikatan pela ini diikat dengan suatu sumpah dan dilakukan dengan cara minumdarah yang diambil dari jari-jari tangan yang dicampur dengan minuman keras lokal maupun dengan cara memakan sirih pinang. Hubungan pela ini biasanya terjadi karena ada peristiwa yang melibatkan kedua kepala kampung atau desa, dalam rangka saling membantu dan menolong satu sama lain. Dalam ikatan pela ini memiliki serangkaian nilai dan aturan yang mengikat masingmasing pribadi yang tergabung dalam persekutuan persaudaraan atau kekeluargaan itu. Aturan itu antara lain adalah: tidak boleh menikah sesama pela atau saudara sekandung dalam pela. Jika hal ini dilakukan maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau terjadi hukuman bagi yang melanggaranya (op.cit., Cooley, hlm 184).</p>
<p>Jenis-Jenis Pela<br />
a)    Pela Keras Atau Pela Minum Darah<br />
Dikatakan demikian oleh karena pela ini ditetapkan melalui sumpah para pemimpin leluhur kedua belah pihak dengan cara meminum darah yang diambil dari jari-jari mereka yang dicampur dengan minuman keras lokal dari satu gelas. Hal ini memateraikan sumpah persaudaraan untuk selama-lamanya. Pela ini biasanya atau umumnya adalah hasil dari keadaan perang. Artinya bahwa setelah kedua kapitan dari dua desa tersebut saling bertarung dan pada akhirnya tidak ada yang bisa saling mengalahkan, maka diangkat sumpah untuk mengakhiri permusuhan itu. Sumpah itu dimaksudkan untuk mengikat &#8220;persaudaraan darah&#8221; untuk selamanya. Sehingga dalam perkembangannya jika yang satu mereka susah atau memerlukan bantuan, maka yang lain harus membantu. Inilah komitmen yang sudah merupakan kewajiban ataupun keharusan. Semua warga dari desa-desa yang angka pela ini tidak terlepas dari tuntutan-tuntutan, antara lain:<br />
- tidak boleh menikah<br />
- saling membantu dan memikul beban.<br />
Pela keras ini biasa disebut juga dengan pela tuni ataupun pela batukarang.<br />
b)    Pela Lunak Atau Pela Tampa Sirih<br />
Jenis pela ini tidak diikat dengan sumpah yang memakai darah, tetapi hanya dengan memakan sirih pinang. Ikatan pela ini terjadi karena bertemu dalam situasi yang mengundang untuk saling membantu, misalnya pada saat terjadi angin ribut ada yang menolongnya. Ataupun juga pela jenis ini terbentuk melalui kegiatan masohi atau bantuan tenaga dari satu desa pada desa lain. Pela ini tidaklah keras, karena tidak dilarang untuk menikah sesama pela.<br />
c)    Pela Ade Kaka<br />
Pela jenis ini pada umumnya merupakan hasil pertemuan kembali antara adik-kakak yang bersaudara dimana tadinya berpencar dan telah membentuk kampung sendiri. Umumnya pela saudara ini berlangsung antara kampung-kampung yang beragama kristen dan Islam. Pela ini biasanya dikenal dengan nama Pela Gandong. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa walaupun ada berbagai jenis pela akan tetapi semuanya mempunyai hakekat yang satu, yaitu ikatan persaudaraan atau kekeluargaan yang berlangsung untuk selamanya karena diikat dengan sumpah darah.</p>
<p>Panas Pela<br />
Panas Pela adalah suatu kegiatan yang dilakukan setiap tahun antara desa yang telah sama-sama mengankat sumpah dalam ikatan pela untuk mengenangkan kembali peristiwa angka pela yang terjadi pada awalnya. Selain itu juga kegiatan panas pela ini juga pada intinya adalah untuk lebih menguatkan, mengukuhkan hubungan persaudaraan dan kekeluargaan.</p>
<p>Hubungan Budaya Pela Dengan Rekonsiliasi<br />
Pada hakikatnya pela telah mengandung unsur rekonsiliasi. Oleh karena dalam budaya pela itu sendiri dinyatakan bagaimana ikatan yang kuat dalam menjalin kedamaian ata kehidupan yang saling merasakan susah dan senang secara bersama. Akan tetapi dengan melihat situasi yang terjadi akhir-akhir ini yang menumbangkan ikatan pela oleh karena ikatan agama yang begitu kuat karena permainan politik yang menggunakan agama sebagai kendaraan, maka tidak dapat disangkal, pasti semua orang akan bertanya mengapa ikatan persaudaraan yang begitu kuat mengikat hubungan antara desa yang satu dengan yang lain, apalagi ikatan agama dapat runtuh. Inilah suatu pergumulan.</p>
<p>D. SISTEM KEKERABATAN<br />
Sistem kekerabatan orang Ambon berdasarkan hubungan patrilineal yang diiringi pola menetap patrilokal. Kesatuan kekerabatan amat penting yang lebih besar dari keluarga batih adalah mata rumah atau fam yaitu suatu kelompok kekerabatan yang bersifat patrilinal.<br />
Mata rumah penting dalam hal mengatur perkawinan warganya secara exogami dan dalam hal mengatur penggunaan tanah-tanah deti yaitu tanah milik kerabat patrilineal. Disamping kesatuan kekerabatan yang bersifat unilateral itu ada juga kesatuan lain yang lebih besar dan bersifat bilateral yaitu famili atau kindred. Famili merupakan kesatuan kekerabatan di sekeliling individu yang terdiri dari warga-warga yang masih hidup dari mata rumah asli yaitu semua keturunan keempat nenek moyang.</p>
<p>E. MATA PENCAHARIAN<br />
Mata pencaharian orang Ambon pada umumnya adalah pertanian di ladang. Dalam hal ini orang membuka sebidang tanah di hutan dengan menebang pohon-pohon dan membakar batangbatang serta dahan-dahan yang telah kering. Ladang-ladang yang telah dibuka dengan cara demikian hanya diolah sedikit dengan tongkat kemudian ditanami tanpa irigasi. Umumnya tanaman yang mereka tanam adalah kentang, kopi, tembakau, cengkih, dan buahbuahan. Selain itu, orang Ambon juga sudah menanam padi dengan teknik persawahan Jawa.<br />
Sagu adalah makanan pokok orang Ambon pada umumnya, walaupun sekarang beras sudah biasa mereka makan. Akan tetapi belum menggantikan sagu seluruhnya. Tepung sagu dicetak menjadi blok-blok empat persegi dengan daun sagu dan dinamakan tuman. Cara orang Ambon makan sagu dengan membakar tuman atau dengan memasaknya menjadi bubur kental (pepedu).<br />
Disamping pertanian, orang Ambon kadang-kadang juga memburu babi hutan, rusa dan burung kasuari. Mereka menggunakan jerat dan lembing yang dilontarkan dengan jebakan. Hampir semua penduduk pantai menangkap ikan. Orang menangkap ikan dengan berbagai cara, yaitu dengan kail, kait, harpun dan juga jaring. Perahu-perahu mereka dibuat dari satu batang kayu dan dilengkapi dengan cadik yang dinamakan perahu semah. Perahu yang lebih baik adalah perahu yang dibuat orangorang ternate yang dinamakan pakatora. Perahu-perahu besar untuk berdagang di Amboina dinamakan jungku atau orambi.<br />
F. AGAMA DAN ADAT<br />
Mayoritas penduduk di Maluku memeluk agama Kristen dan Islam. Hal ini dikarenakan pengaruh penjajahan Portugis dan Spanyol sebelum Belanda yang telah menyebarkan kekristenan dan pengaruh kesultanan Ternate dan Tidore yang menyebarkan Islam di wilayah Maluku.<br />
Pemantapan kerukunan hidup beragama dan antar umat beragama masih mengalami gangguan khususnya selama pertikaian sosial di daerah ini. Redefinisi dalam rangka reposisi agama sebagai landasan dan kekuatan moral, spiritual serta etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh melalui pendidikan agama agar dapat mendorong munculnya kesadaran masyarakat bahwa perbedaan suku, agama ras dan golongan, pada hakekatnya merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Terkait dengan itu, maka peran para pemuka agama dan institusi-institusi keagamaan dalam mendukung terciptanya keserasian dan keselarasan hidup berdasarkan saling menghormati diantara sesama dan antar sesama umat beragama.</p>
<p>G. UPACARA ADAT<br />
•    ”Antar Sontong”<br />
Antar sontong yaitu para nelayan berkumpul menggunakan perahu dan lentera untuk mengundang cummi-cumi dari dasar laut mengikuti cahaya lentera mereka menuju pantai di mana masyarakat sudah menunggu mereka untuk menciduk mereka dari laut.<br />
•    ”Pukul Manyapu”<br />
Pukul manyapu adalah acara adat tahunan yang dilakukan di Desa Mamala-Morela yang biasanya dilakukan pada hari ke 7 setelah Hari Raya Idul Fitri.</p>
<p>H. SISTEM PERKAWINAN<br />
Orang Ambon mengenal tiga macam cara perkawinan yaitukawin lari, kawin minta dan kawin masuk.<br />
Kawin Lari atau Lari Bini adalah sistem perkawinan yang paling lazim. Hal ini terutama disebabkan karena orang Ambon umumnya lebih suka menempuh jarak pendek untuk menghindari prosedur perundingan dan upacara. Kawin lari sebenarnya tidak diinginkan dan dipandang kurang baik oleh kaum kerabat wanita namun disukai oleh pihak pemuda. Terutama karena pemuda hendak menghindari kekecewaan mereka bila ditolak dan menghindari malu dari keluarga pemuda karena rencana perkawinan anaknya ditolak oleh keluarga wanita. Bisa juga karena takut keluarga wanita menunggu sampai mereka bisa memenuhi segala persyaratan adat.<br />
Bentuk perkawinan ang kedua adalah Kawin Minta yang terjadi apabila seorang pemuda telah menemukan seorang gadis yang hendak dijadikan istri, maka ia akan memberitahukan hal itu kepada orang tuanya. Kemudian mereka mengumpulkan anggota famili untuk membicarakan masalah itu dan membuat rencana perkawinan. Disini diperbincangkan pula pengumpulan kekayaan untuk membayar mas kawin, perayaan perkawinan dan sebagainya. Akan tetapi cara perkawinan semacam ini umumnya kurang diminati terutama bagi keluarga ang kurang mampu karena membutuhkan biaya yang besar.<br />
Bentuk perkawinan yang ketiga adalah Kawin Masuk atau Kawin Manua. Pada perkawinan ini, pengantin pria tinggal dengan keluarga wanita. Ada tiga sebab utama terjadinya perkawinan ini:<br />
1.    Karena kaum kerabat si pria tidak mampu membayar mas kawin secara adat.<br />
2.     Karena keluarga si gadis hanya memiliki anak tunggal dan tidak punya anak laki-laki sehingga si gadis harus memasukkan suaminya ke dalam klen ayahnya untuk menjamin kelangsungan klen.<br />
3.    Karena ayah si pemuda tidak bersedia menerima menantu perempuannya yang disebabkan karena perbedaan status atau karena alasan lainnya.<br />
Orang-orang yang beragama Islam pada umumnya menikah sesuai dengan hukum Islam. Namun disini juga terjadi hal yang sama, yaitu apabila sang suami belum mampu membayar mas kawin menurut adat maka wanita itu tidak perlu ikut bersama suaminya. Selain wajib membayar mahar (mas kawin menurut hukum Islam), pengantin laki-laki juga harus membayar harta adat yang berupa sisir mas, gong dan madanolam. Secara umum, poligini diijinkan, kecuali bagi mereka yang beragama Nasrani.</p>
<p>BAB II<br />
PRODUK BUDAYA</p>
<p>A. BUSANA TRADISIONAL AMBON<br />
Ambon merupakan ibukota propinsi Maluku yang berada di kawasan Maluku Tengah. Keberadaan busana adat Ambon, tidak hanya didominasi oleh busana yang dikenakan pada saat menghadiri upacara-upacara saja, melainkan tampak juga dalam busana seharihari. Meskipun busana adat yang biasa dipakai dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari termasuk jarang digunakan lagi saat ini, keberadaannya tetap penting untuk diungkapkan sebagai gambaran kekhasan busana mereka di masa lalu.<br />
Ada beberapa contoh busana yang pada zaman dahulu pernah menjadi busana sehari-hari yang digunakan untuk bekerja atau di rumah. Celana kes atau hansop, yakni celana anak-anak yang dibuat dari beraneka macam kain dan dijahit sesuai dengan selera masing-masing. Kebaya manampal, yaitu kebaya cita berlengan hingga sikut yang dijahit dengan cara menambal beberapa potong kain yang telah diatur dan disusun sedemikian rupa dengan rapih. Kebaya jenis ini bisanya berpasangan dengan kain palekat, yang sudah tidak dipakai untuk berpergian oleh kaum wanita. Kebaya manapal yang sudah tampak jelek atau sudah tidak pantas lagi untuk dikenakan di rumah, biasanya dipakai sebagai busana kerja yang disebut kebaya waong. Bila mereka akan bepergian, jenis busananya masih tetap berupa kebaya cita berlengan panjang hingga ujung jari yang kemudian dilipat, lengkap dengan kain pelekat.  Selain busana sehari-hari yang telah disebutkan tadi, masih ada lagi busana lain yang khususnya dipakai oleh untuk kaum wanita yang merupakan pendatang dari kepulauan Lease dan telah menetap di Ambon ratusan tahun lamanya. Mereka biasanya mengenakan baju cele, yakni sejenis kebaya berlengan pendek, dari bagian leher ke arah dada terbelah sepanjang 15 sentimeter tanpa kancing. Bila akan bepergian, mereka akan melengkapinya dengan sapu tangan. Untuk busana kerja di rumah atau dikebun, baju cele tersebut dijahit dengan panjang lengan hingga sikut, atau masyarakat menyebutnya baju cele tangan sepanggal.<br />
Sementara itu kaum pria di Ambon mengenakan busana yang terdiri atas baju kurung yang berlengan pendek dan tidak berkancing, dilengkapi dengan celana kartou yakni celana yang pada bagian atasnya terdapat tali yang dapat ditarik dan diikatkan. Khusus untuk kaum pria yang telah lanjut usia, celana yang dipakainya disebut celana Makasar yang panjangnya sedikit di bawah lutut dan sangat longgar. Sedangkan busana yang dikenakan pada saat bepergian, biasanya terdiri atas baju baniang yakni baju berbentuk kemeja yang berlengan panjang dan berkancing, dengan leher agak tertutup. Pasangannya adalah celana panjang berikut topi yang dikenakan di kepala.<br />
Penampilan gaya berbusana warga masyarakat Ambon pada saat menghadiri upacara adat clan upacara keagamaan berbeda dengan yang dikenakan sehari-hari. Walaupun model bajunya sama, tapi kualitas bahan yang digunakan berbeda. Busana adat yang dikenakan dalam kesempatan tersebut biasanya hitam polos atau warna dasar hitam. Kecuali pada saat upacara sidi yakni upacara pengukuhan pemuda clan pemudi untuk menjadi pengiring Kristus yang setia. Pada saat itu busana hitam ini ditabukan atau dilarang digunakan.<br />
Busana dalam upacara keagamaan biasanya lebih lengkap lagi. Busana wanitanya terdiri atas baju dan kain hitam atau kebaya dan kain hitam. Dilengkapi dengan kaeng pikol, yakni kain hitam berhiaskan manik-manik yang disandang di bahu kiri; kole, yakni baju dalam atau kutang yang dipakai sebelum mengenakan baju atau kebaya hitam; lenso pinggang, yakni sapu tangan berwarna putih yang kini telah jarang diletakkan di pinggang melainkan hanya dipegang saja. Sementara itu busana prianya terdiri atas baniang, kebaya hitam, dan celana panjang, Jenis busana lain, khususnya dalam upacara sidi, dipakai oleh kaum remaja yang berasal dari golongan bangsawan diantaranya baju tangan kancing, yakni baju cele berlengan panjang dengan kancing pada pergelangan tangannya; busana rok, yang terdiri atas kebaya putih berlengan panjang dan berkancing pada pergelangannya, pending pengikat pinggang yang terbuat dari perak, bersepatu dengan kaus kaki putih; dan seperangkat busana yang terdiri atas baju putih panjang, sepatu berwarna putih, dan kaus tangan berwarna putih.<br />
Adapun busana yang dikenakan pada saat berlangsung upacara adat seperti pelantikan raja, pembersihan negeri, penerimaan tamu, dan lain-lain pada dasarnya hampir sama. Hanya ada penambahan tertentu pada kelengkapan busana mereka. Busana raja terdiri atas baju hitam, celana hitam, lenso bodasi dililitkan di leher, patala disalempang di dada, patala di pinggang, dan topi. Begitu pula kaum wanitanya yang memakai baju hitam seperti baju cele . Para tua-tua adat mengenakan baju hitam, celana panjang atau celana Makasar, salempang, ikat poro atau ikat pinggang. Sedangkan pria dewasa lainnya hanya mengenakan baju hitam dan celana panjang hitam tanpa menggunakan alas kaki.</p>
<p>B. MAKANAN TRADISIONAL<br />
- Papeda<br />
- Sagu</p>
<p>C. ALAT MUSIK<br />
- Ukulele</p>
<p>D. TARIAN TRADISIONAL<br />
- tari perang</p>
<p>BAB III<br />
PERMASALAHAN, PEMBANGUNAN, DAN MODERNISASI DI AMBON</p>
<p>Peristiwa Kerusuhan Yang Terjadi Di Ambon<br />
Sebelumnya mohon ma&#8217;af bagi yang sudah pernah membacanya dan karena artikel ini agak panjang. Paling tidak informasi ini dapat memberikan sedikit gambaran kepada kita atas runtutan peristiwa kerusuhan yang terjadi di Ambon.</p>
<p>Sejarah Islam Di Ambon<br />
Pembantaian, penghancuran, pembakaran, penjarahan dan pengusiran secara besar-besaran di Ambon agaknya tak pernah terbayangkan masyarakat muslim Ambon. Ambon yang dulunya sejuk dan damai, kini berubah menjadi daerah yang paling mencekam dan menakutkan, khususnya bagi umat Islam Ambon.<br />
Menilik bentuk kerusuhan, sasaran penghancuran dan korban yang teraniaya, maka dapat dipastikan bahwa kerusuhan tersebut benarbenar karena masalah SARA, khususnya agama, meskipun bukan ini faktor satu-satunya. Bahkan, peristiwa yang memalukan itu bukan sekedar bernuansa SARA, tetapi merupakan potret sebuah kebiadaban yang keji terhadap umat Islam. Kejadian ini sekaligus menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia, bahwa di mana Islam minoritas di situ Islam selalu ditindas.</p>
<p>Potensi Konflik<br />
Sebenarnya dalam masyarakat Ambon tersimpan potensi konflik yang cukup besar, meskipun katanya di sana ada budaya pela gandong. Potensi konflik tersebut terlihat pada komposisi Islam-Kristen yang berimbang dan selama ini terjadi musabaqah dalam ekonomi, politik dan agama. Potensi tersebut semakin memanas ketika arus reformasi bergulir dan kepemimpinan politik berada di tangan Habibie yang diisukan ingin lebih melancarkan Islamisasi, termasuk politik.<br />
Secara psikologis, keterancaman orang-orang Maluku semakin terasa, dengan naiknya Habibie di panggung politik nasional yang dianggap sebagai representasi kekuatan Islam Sulawesi.</p>
<p>Sasaran Penghancuran Dan Pembantaian<br />
Fakta membuktikan bahwa sasaran penghancuran dan pembantaian adalah umat Islam. Orang Islam diklaim sebagai pendatang dan Islam dipandang sebagai agama asing, bukan agama penduduk asli. Padahal, kalau kita mau jujur pada sejarah, ternyata Islamlah agama yang lebih awal datang ke Ambon daripada Katholik atau Protestan yang dibawa penjajah Portugis dan Belanda. Dan harus dicatat bahwa Islam telah berhasil meletakkan fondasi kebudayaan Ambon dengan nuansa Islami.<br />
Bangsa Eropa yang pertama sekali datang ke Maluku adalah Portugis (1511). Selain mengeruk kekayaan alamnya, mereka juga memperkenalkan agama Kristen. Pada tahun 1605 Belanda yang menganut Kristen Protestan merebut benteng Portugis dan mengusirnya.<br />
Ketika terjadi perang reformasi di Eropa, orang Belanda yang Protestan memerangi dan membasmi orang-orang Portugis yang Khatolik. Karena itu, sampai tahun 1950 agama Protestan menjadi dominan di Ambon.<br />
Namun, sekali lagi harus dicatat, bahwa Islam jauh lebih dahulu berkembang di Ambon. Islam mulai masuk ke daerah ini sejak abad ke 7. Sedangkan Khatolik abad ke 16. Protestan abad 17. Jadi yang meletakkan budaya kehidupan Maluku sebenarnya adalah Islam.<br />
Tapi, sangat disayangkan, buku sejarah yang ada, sengaja diselewengkan. Dalam sejarah yang ditulis &#8220;Belanda&#8221; itu, hubungan Arab-Indonesia pada abad-abad awal itu dihilangkan. Seolah-olah Hindu dan China lebih dahulu yang datang ke Maluku. Padahal Thomas Arnold dalam buku The Preaching of Islam, menjelaskan, yang masuk lebih awal adalah bangsa Arab.<br />
Nama Maluku sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Arab, yakni almuluk. Penamaan yang bernuansa Arab itu dikarenakan yang membuat peta daerah Maluku adalah para sarjana geografi Arab. Tetapi setelah Belanda masuk, kata tersebut dirubah menjadi Maluku.<br />
Di Maluku, sebelum kedatangan bangsa Eropa, Islam berkembang pesat, kerajaan Islam berdiri tegar, seperti Ternate, Tidore. Jadi Islam sebenarnya bukan agama baru di Maluku. Sejak abad 7-11 Maluku sangat ramai dikunjungi saudagar-saudagar Arab, Persia dan Gujarat. Selain berdagang mereka juga menyebarkan Islam sampai kepada raja-raja Maluku. Pada abad XV di bawah pengaruh Sultan Ternate, Tidore dan Hitu, Islam berkembang dengan pesat pada hampir seluruh pulau-pulau Maluku. Islam masuk dengan jalan damai, dan penuh kesejukan, tanpa kekerasan.<br />
Dalam ensiklopedi Indonesia disebutkan bahwa selama menjajah, Belanda juga menyebarkan agama Kristen, sebagaimana pedagang Arab menyebarkan Islam. Penduduk Ambon yang mau memeluk Kristen mendapat perlakuan istimewa dari Kolonial Belanda. Mereka lebih berkesempatan dalam pendidikan dan lowongan kerja sebagai tentara dan pegawai Belanda. Berdasarkan sejarah di atas, dapat diketahui bahwa masyarakat Maluku sudah lama terintegrasi dalam sistem politik Belanda. Sejak itu beribu-ribu orang Ambon Nasrani meninggalkan kampung halaman untuk bekerja pada dinas militer maupun sipil di seluruh nusantara. Mereka digunakan sebagai Serdadu Kolonial dalam menguasai wilayah-wilayah Nusantara yang belum ditaklukkan. Pengalaman penyerbuan Belanda ke Aceh pada 1873 adalah bagian dari pengalaman orang-orang Ambon yang terkooptasi oleh penjajah. Pengalaman ini mengubah suasana keterjajahan Ambon Kristen dari orang-orang yang dieksploitasi habis-habisan di bawah monopoli rempah-rempah menjadi orang yang bersekutu dengan Belanda.<br />
Secara ideologis, akibat kedudukan istimewa ini, banyak orang Nasrani merasa mempunyai hubungan khusus dengan Belanda, karena mempunyai kesamaan agama maupun tugas, teristimewa kemiliteran (Richard Chauvel, dalam Audrey Kahin, 1985: 244).<br />
Bila orang-orang Ambon Nashara ikut dalam usaha-usaha kolonial, maka umat Islam Ambon tak mau ikut serta dalam usaha tersebut. Selain karena Belanda tidak merekrut mereka, umat Islam juga memang tidak mau bersekongkol dengan penjajah zalim. Karena itu umat Islam tidak mau memasuki pendidikan dinas militer Belanda. Maka tak aneh, sampai tahun 1920-an di desa-desa Islam tidak ada fasilitas pendidikan sekuler. Maka wajar, jika hasil sensus 1950 menunjukkan bahwa 90% umat Islam masih buta huruf. Jadi, pengalaman orang Ambon Nashara berbeda sekali dengan pengalaman Ambon muslim.<br />
Orang-orang Nashara dengan bantuan pendidikan Belanda mendominasi masyarakat Ambon sedemikian rupa, sehingga banyak orang menyangka bahwa Ambon adalah daerah Kristen semata. Maka wajar, jika masyarakat Ambon kemudian menganggap Belanda bukan sebagai penjajah. Hal inilah menurut Chauvel, yang mengakibatkan proklamasi Kemerdekaan RI 1945, tak banyak mendapat sambutan di sana.<br />
Pada tanggal 24 April 1950 Dr. Soumokil memproklamirkan Republik Maluku Selatan (RMS) yang melakukan aksi politiknya secara kekerasan. Hubungan Islam-Nasrani yang demikian tegang, diperkuat oleh kenyataan bahwa para pemimpin sipil RMS berikut serdadunya<br />
yang semua terdiri dari orang-orang Nashara. Sementara korban para serdadu itu banyak orang Islam. Ketakutan ini beralasan, karena menurut catatan Coorly (1968: 267) jumlah umat Islam terus meningkat yang sebelumnya sekitar 35% menjadi 49% di awal Orde Baru. Perkembangan ini dianggap sebagai ancaman bagi Kristen di sana. Karena itu, ketika kerusuhan terjadi tidak mengherankan jika bendera RMS dinaikkan di berbagai tempat.<br />
Kembali kepada persoalan nasib ketertinggalan umat Islam di zaman penjajahan Belanda. Bahwa, era kemerdekaan RI 1945 merupakan angin segar dan nafas baru bagi umat Islam Ambon untuk mulai berkembang. Secara perlahan ekonomi Islam membaik dan pendidikan semakin meningkat. Pada awal Orde Baru beberapa sarjana muslim mulai menduduki posisi posisi penting di Ambon, meskipun belum dominan. Baru pasca 1970, banyak putra daerah (penduduk asli) yang muslim, menduduki jabatan-jabatan strategis mulai dari tingkat propinsi Maluku hingga kecamatan secara adil bukan dominatif. Perkembangan Islam yang pesat dalam politik, pendidikan dan ekonomi ini , dianggap sebagai ancaman. Ketika era reformasi semakin<br />
mengarah kepada penguatan pengaruh muslim. Maka kerusuhan dan pembersihan etnispun tak terelakkan. Solusi yang ampuh untuk mengatasinya adalah saling menghormati sesama pemeluk agama, dapat menahan diri , tidak memperturutkan kebencian secara emosional dan kembali kepada nilai ajaran agama masing-masing. Sebab tidak ada satu agamapun yang mengajarkan agar pemeluknya membenci dan memerangi pemeluk agama lain.</p>
<p>Pembangunan Dan Modernisasi<br />
Portugal Akan Bantu Desa Bersejarahnya di Ambon<br />
Ambon (ANTARA News) &#8211; Pemerintah Portugal menjanjikan akan memberikan bantuan kepada sejumlah desa di Kota Ambon yang memiliki sejarah dan nilai historis dengan bangsa dan negaranya, kata Dubes Portugal, Jose Imanuel Santos Braga. &#8220;Bantuan untuk desa-desa yang memiliki hubungan sejarah dengan Portugal ini akan segera dibantu guna memberdayakan masyarakatnya,&#8221; kata Duta Besar Portugal untuk RI itu kepada ANTARA News, seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Walikota Ambon, Dra. Olivia Latuconsina, Selasa.<br />
Sejumlah desa yang akan dibantu, menurut dia, adalah Desa Tawiri, Hative Besar, Rumah Tiga dan Galala di Kecamatan Baguala, Desa Batu Merah, Galala, Soya, serta Hatalae di Kecamatan Sirimau. Ia mengemukakan, masyarakat Portugal selama ini sudah mengenal secara baik tentang Kota Ambon, namun hanya sebatas dari bukubuku maupun siaran televisi. &#8220;Diharapkan bantuan dan kerja sama dengan desa-desa di Ambon ini akan lebih mempererat hubungan emosional, serta menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Portugal untuk berkunjung ke Ambon di masa mendatang,&#8221; kata Braga.<br />
Bantuan bagi desa-desa tersebut, dikatakannya, merupakan proyek jangka pendek bernilai sekira Rp150 juta hingga Rp300 juta, khususnya untuk pengembangan di bidang kesehatan, pendidikan dan kebersihan. Pemerintah Portugal pun menaruh perhatian besar terhadap kepedulian Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku yang merawat secara baik kondisi benteng &#8220;Victoria&#8221; yang merupakan salah satu peninggalan bangsa Portugis di jantung Kota Ambon, bahkan menjadikannya sebagai salah satu cagar budaya, demikian Jose Braga.<br />
Sementara itu, Olivia Latuconsina menyambut baik niat Pemerintah Portugal membantu desa-desa di Kota Ambon yang memiliki keterikatan historis dengan bangsa tersebut. Ia menilai, kerja sama itu akan terus ditingkatkan hingga menjadi &#8220;kota bersaudara kembar&#8221; (sister city), namun hal yang diprioritaskan baru bersifat jangka pendek sebagai pintu masuk untuk memperoleh bantuan dari negara-negara Eropa. &#8220;Kita fokuskan dulu untuk merealisir program jangka pendek yang telah disepakati, sehingga benar-benar berdampak untuk pemberdayaan masyarakat yang terpuruk akibat konflik sejak 1999, terutama pada desa-desa yang memiliki hubungan historis dengan Portugal. Setelah itu barulah dijajaki kerja sama jangka<br />
panjang termasuk kota bersaudara,&#8221; demikian Olivia Latuconsina.</p>
<p>Kependudukan<br />
Suku bangsa Maluku merupakan punduduk asli Pulau Ambon, penduduknya banyak beragama Islam dan Kristen, selain penduduk asli ada juga suku-suku lain di Indonesia yang puluhan tahun menetap di Maluku seperti suku Buton dari Sulawesi Tenggara dan suku Bugis dari Sulawesi Selatan kehidupan mereka banyak yang bercocok dan pedagang. Sebagian besar penduduk yang beragama Islam mendiami Pulau Ambon bagian Utara (Lei Hitu) dan sebagian besar penduduk yang beragama Kristen mendiami pulau Ambon bagian selatan (Lei Timur).</p>
<p>Sejarah<br />
Kota Ambon mulai berkembang semenjak kedatangan Portugis di tahun 1513, kemudian sekitar tahun 1575, penguasa Portugis mengerahkan penduduk di sekitarnya untuk membangun benteng Kota Laha atau Ferangi yang diberi nama waktu itu Nossa Senhora de Anuneiada di dataran Honipopu. Dalam perkembangannya sekelompok masyarakat pekerja yang membangun benteng tersebut mendirikan perkampungan yang disebut Soa, kelompok masyarakat inilah yang menjadi dasar dari pembentukan kota Ambon kemudian (Citade Amboina) karena di dalam perkembangan selanjutnya masyarakat tersebut sudah menjadi masyarakat geneologis territorial yang teratur.<br />
Selanjutnya, setelah Belanda berhasil menguasai kepulauan Maluku dan Ambon khususnya dari kekuasaan Portugis, benteng tersebut lantas menjadi pusat pemerintahan beberapa Gubernur Jenderal Belanda dan diberi nama Nieuw Victoria (terletak di depan Lapangan Merdeka, bekas Markas Yonif Linud 733/Masariku kini markas Detasemen Kavaleri).</p>
<p>Proses Asimilasi dan Enkulturasi Pada Suku Ambon<br />
Asimilasi Pada Suku Ambon<br />
Asimilasi dari dua kebudayaan ini melahirkan budaya Moloku Kie Raha. Sedangkan corak kehidupan masyarakatnya dipengaruhi oleh kondisi wilayah Maluku Utara yang terdiri dari laut dan kepulauan, perbukitan dan hutan-hutan tropis. Desa-desa di Maluku Utara umumnya (kurang lebih 85 %) terletak di pesisir pantai dan sebagian besar lainnya berada di pulau-pulau kecil. Oleh sebab itu, pola kehidupan seperti menangkap ikan, berburu, bercocok tanaman dan berdagang masih sangat mewarnai dinamika kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Maluku Utara (sekitar 79%).<br />
Sementara itu, ikatan kekerabatan dan integrasi sosial masyarakat secara umum sangat kuat sebelum terjadi konflik horizontal bernuansa SARA. Ikatan pertalian darah dan keturunan sesama anggota keluarga didalam satu komunitas di daerah tertentu sangat erat dan familiar, walaupun keyakinan keagamaan berbeda seperti masyarakat di kawasan Halmahera bagian utara dan timur. Hubungan ini telah menumbuhkan harmonisasi dan integrasi sosial yang sangat kuat. Dalam konteks hubungan Islam dan Kristen, nuansa interaksi sosial tersebut lebih didasarkan bukan pada pertimbangan kultural dan hubungan kekeluargaan.<br />
Di kalangan masyarakat Maluku Utara, semboyan yang sekarang yang menjadi motto pemerintah Provinsi Maluku Utara, yakni Marimoi Ngone Futura Masidika Ngone Foruru (Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh), adalah ajakan ke arah solidaritas dan partisipasi. Potensi kultural ini merupakan modal pembangunan yang paling berharga untuk dikembangkan.<br />
Enkulturasi Pada Suku Ambon<br />
Proses enkulturasi pada masyarakat Ambon yaitu Tarian yang merupakan penggambaran pergaulan anak muda adalah Katreji. Tari Katreji dimainkan secara berpasangan antara wanita dan pria dengan gerakan bervariasi yang enerjik dan menarik. Tari ini hampir sama dengan tari-tarian Eropa pada umumnya karena Katreji juga merupakan suatu akulturasi dari budaya Eropa (Portugis dan Belanda) dengan budaya Maluku. Hal ini lebih nampak pada setiap aba-aba dalam perubahan pola lantai dan gerak yang masih menggunakan bahasa Portugis dan Belanda sebagai suatu proses biligualisme. Tarian ini diiringi alat musik biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar, dengan pola rithm musik barat (Eropa) yang lebih menonjol. Tarian ini masih tetap hidup dan digemari oleh masyarakat Maluku sampai sekarang.</p>
<p>Kaitan Antara Psikologi Lintas Budaya dari segi moral dan kepribadian<br />
Para masyarakat suku Ambon percaya bahwa dengan melakukan ritual adat maka akan menumbuhkan keharmonisasian dan integrasi sosial yang sangat kuat. Dalam konteks hubungan Islam dan Kristen, nuansa interaksi sosial tersebut lebih didasarkan bukan pada pertimbangan kultural dan hubungan kekeluargaan. Potensi kultural ini merupakan modal pembangunan yang paling berharga untuk dikembangkan.</p>
<p>DOKUMENTASI</p>
<p>Daftar Pustaka<br />
Ambrozka. 2011. Kebudayaan Ambon. http://www.scribd.com/doc/47083111/Kebudayaan-Ambon. Diambil pada tanggal 18 Desember 2011<br />
Gantra. 2004. Artikel. http://arsip.gatra.com/2004-05-10/artikel.php?id=37178. Diambil pada tanggal 18 Desember 2011</p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Maluku</p>
<p>http://seninusantara.blogspot.com/2011/09/seni-budaya-maluku.html</p>
<p>http://ambon-manise.com/maluku/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oktintia.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oktintia.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oktintia.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oktintia.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oktintia.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oktintia.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oktintia.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oktintia.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oktintia.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oktintia.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oktintia.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oktintia.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oktintia.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oktintia.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=64&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oktintia.wordpress.com/2012/01/19/kebudayaan-ambon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87fae006d9449011a591dfc85081780a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oktintia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>teori psikoanalisa yang menggambarkan kepribadian</title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com/2011/02/16/teori-psikoanalisa-yang-menggambarkan-kepribadian/</link>
		<comments>http://oktintia.wordpress.com/2011/02/16/teori-psikoanalisa-yang-menggambarkan-kepribadian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 13:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oktintia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oktintia.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[teori psikoanalisa yang menggambarkan kepribadian Bagi Erikson, dinamika kepribadian selalu diwujudkan sebagai hasil interaksi, antara kebutuhan dasar biologis dan pengungkapannya sebagai tindakan-tindakan sosial. Tampak dengan jelas bahwa yang dimaksudkan dengan psikososial apabila istilah ini dipakai dalam kaitannya dengan perkembangan. tahap-tahap kehidupan seseorang dari lahir sampai dibentuk oleh pengaruh- pengaruh sosial yang berinteraksi dengan suatu organisme [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=58&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>teori psikoanalisa yang menggambarkan kepribadian</h3>
<p>Bagi Erikson, dinamika kepribadian selalu diwujudkan sebagai hasil interaksi,<br />
antara kebutuhan dasar biologis dan pengungkapannya sebagai tindakan-tindakan<br />
sosial. Tampak dengan jelas bahwa yang dimaksudkan dengan psikososial apabila<br />
istilah ini dipakai dalam kaitannya dengan perkembangan.<br />
tahap-tahap kehidupan seseorang dari lahir sampai dibentuk oleh pengaruh-<br />
pengaruh sosial yang berinteraksi dengan suatu organisme yang menjadi matang<br />
secara fisik dan psikologis.<br />
Erikson membuat sebuah bagan untuk mengurutkan delapan tahap secara<br />
terpisah mengenai perkembangan ego dalam psikososial, yang biasa dikenal<br />
dengan istilah “delapan tahap perkembangan manusia”<br />
berdalil bahwa setiap tahap menghasilkan epigenetic<br />
Gambaran dari perkembangan cermin mengenai ide dalam setiap tahap lingkaran<br />
kehidupan sangat berkaitan dengan waktu, yang mana hal ini sangat dominan dan<br />
karena itu muncul , dan akan selalu terjadi pada setiap tahap perkembangan<br />
hingga berakhir pada tahap dewasa, secara keseluruhan akan adanya<br />
fungsi/kegunaan kepribadian dari setiap tahap itu sendiri. Selanjutnya, Erikson<br />
berpendapat bahwa tiap tahap psikososial juga disertai oleh krisis. Perbedaan<br />
dalam setiap komponen kepribadian yang ada didalam tiap-tiap krisis adalah<br />
sebuah masalah yang harus dipecahkan/diselesaikan.<br />
Teori perkembangan kepribadian yang dikemukakan Erik Erikson merupakan salah satu teori yang memiliki pengaruh kuat dalam psikologi. Bersama dengan Sigmund Freud, Erikson mendapat posisi penting dalam psikologi. Hal ini dikarenakan ia menjelaskan tahap perkembangan manusia mulai dari lahir hingga lanjut usia; satu hal yang tidak dilakukan oleh Freud. Selain itu karena Freud lebih banyak berbicara dalam wilayah ketidaksadaran manusia, teori Erikson yang membawa aspek kehidupan sosial dan fungsi budaya dianggap lebih realistis.<br />
Teori Erikson dikatakan sebagai salah satu teori yang sangat selektif karena didasarkan pada tiga alasan. Alasan yang pertama, karena teorinya sangat representatif dikarenakan memiliki kaitan atau hubungan dengan ego yang merupakan salah satu aspek yang mendekati kepribadian manusia. Kedua, menekankan pada pentingnya perubahan yang terjadi pada setiap tahap perkembangan dalam lingkaran kehidupan, dan yang ketiga/terakhir adalah menggambarkan secara eksplisit mengenai usahanya dalam mengabungkan pengertian klinik dengan sosial dan latar belakang yang dapat memberikan kekuatan/kemajuan dalam perkembangan kepribadian didalam sebuah lingkungan. Melalui teorinya Erikson memberikan sesuatu yang baru dalam mempelajari mengenai perilaku manusia dan merupakan suatu pemikiran yang sangat maju guna memahami persoalan/masalah psikologi yang dihadapi oleh manusia pada jaman modern seperti ini. Oleh karena itu, teori Erikson banyak digunakan untuk menjelaskan kasus atau hasil penelitian yang terkait dengan tahap perkembangan, baik anak, dewasa, maupun lansia.<br />
Erikson dalam membentuk teorinya secara baik, sangat berkaitan erat dengan kehidupan pribadinya dalam hal ini mengenai pertumbuhan egonya. Erikson berpendapat bahwa pandangan-pandangannya sesuai dengan ajaran dasar psikoanalisis yang diletakkan oleh Freud. Jadi dapat dikatakan bahwa Erikson adalah seorang post-freudian atau neofreudian. Akan tetapi, teori Erikson lebih tertuju pada masyarakat dan kebudayaan. Hal ini terjadi karena dia adalah seorang ilmuwan yang punya ketertarikan terhadap antropologis yang sangat besar, bahkan dia sering meminggirkan masalah insting dan alam bawah sadar. Oleh sebab itu, maka di satu pihak ia menerima konsep struktur mental Freud, dan di lain pihak menambahkan dimensi sosial-psikologis pada konsep dinamika dan perkembangan kepribadian yang diajukan oleh Freud. Bagi Erikson, dinamika kepribadian selalu diwujudkan sebagai hasil interaksi antara kebutuhan dasar biologis dan pengungkapannya sebagai tindakan-tindakan sosial. Tampak dengan jelas bahwa yang dimaksudkan dengan psikososial apabila istilah ini dipakai dalam kaitannya dengan perkembangan. Secara khusus hal ini berarti bahwa tahap-tahap kehidupan seseorang dari lahir sampai dibentuk oleh pengaruh-pengaruh sosial yang berinteraksi dengan suatu organisme yang menjadi matang secara fisik dan psikologis. Sedangkan konsep perkembangan yang diajukan dalam teori psikoseksual yang menyangkut tiga tahap yaitu oral, anal, dan genital, diperluasnya menjadi delapan tahap sedemikian rupa sehingga dimasukkannya cara-cara dalam mana hubungan sosial individu terbentuk dan sekaligus dibentuk oleh perjuangan-perjuangan insting pada setiap tahapnya.<br />
Pusat dari teori Erikson mengenai perkembangan ego ialah sebuah asumpsi mengenai perkembangan setiap manusia yang merupakan suatu tahap yang telah ditetapkan secara universal dalam kehidupan setiap manusia. Proses yang terjadi dalam setiap tahap yang telah disusun sangat berpengaruh terhadap “Epigenetic Principle” yang sudah dewasa/matang. Dengan kata lain, Erikson mengemukakan persepsinya pada saat itu bahwa pertumbuhan berjalan berdasarkan prinsip epigenetic. Di mana Erikson dalam teorinya mengatakan melalui sebuah rangkaian kata yaitu :<br />
(1) Pada dasarnya setiap perkembangan dalam kepribadian manusia mengalami keserasian dari tahap-tahap yang telah ditetapkan sehingga pertumbuhan pada tiap individu dapat dilihat/dibaca untuk mendorong, mengetahui, dan untuk saling mempengaruhi, dalam radius soial yang lebih luas. (2) Masyarakat, pada prinsipnya, juga merupakan salah satu unsur untuk memelihara saat setiap individu yang baru memasuki lingkungan tersebut guna berinteraksi dan berusaha menjaga serta untuk mendorong secara tepat berdasarkan dari perpindahan didalam tahap-tahap yang ada.<br />
Dalam bukunya yang berjudul “Childhood and Society” tahun 1963, Erikson membuat sebuah bagan untuk mengurutkan delapan tahap secara terpisah mengenai perkembangan ego dalam psikososial, yang biasa dikenal dengan istilah “delapan tahap perkembangan manusia”. Erikson berdalil bahwa setiap tahap menghasilkan epigenetic. Epigenetic berasal dari dua suku kata yaitu epi yang artinya “upon” atau sesuatu yang sedang berlangsung, dan genetic yang berarti “emergence” atau kemunculan. Gambaran dari perkembangan cermin mengenai ide dalam setiap tahap lingkaran kehidupan sangat berkaitan dengan waktu, yang mana hal ini sangat dominan dan karena itu muncul , dan akan selalu terjadi pada setiap tahap perkembangan hingga berakhir pada tahap dewasa, secara keseluruhan akan adanya fungsi/kegunaan kepribadian dari setiap tahap itu sendiri. Selanjutnya, Erikson berpendapat bahwa tiap tahap psikososial juga disertai oleh krisis. Perbedaan dalam setiap komponen kepribadian yang ada didalam tiap-tiap krisis adalah sebuah masalah yang harus dipecahkan/diselesaikan. Konflik adalah sesuatu yang sangat vital dan bagian yang utuh dari teori Erikson, karena pertumbuhan dan perkembangan antar personal dalam sebuah lingkungan tentang suatu peningkatan dalam sebuah sikap yang mudah sekali terkena serangan berdasarkan fungsi dari ego pada setiap tahap.<br />
Erikson percaya “epigenetic principle” akan mengalami kemajuan atau kematangan apabila dengan jelas dapat melihat krisis psikososial yang terjadi dalam lingkaran kehidupan setiap manusia yang sudah dilukiskan dalam bentuk sebuah gambar Di mana gambar tersebut memaparkan tentang delapan tahap perkembangan yang pada umumnya dilalui dan dijalani oleh setiap manusia secara hirarkri seperti anak tangga. Di dalam kotak yang bergaris diagonal menampilkan suatu gambaran mengenai adanya hal-hal yang bermuatan positif dan negatif untuk setiap tahap secara berturut-turut. Periode untuk tiap-tiap krisis, Erikson melukiskan mengenai kondisi yang relatif berkaitan dengan kesehatan psikososial dan cocok dengan sakit yang terjadi dalam kesehatan manusia itu sendiri.<br />
Seperti telah dikemukakan di atas bahwa dengan berangkat dari teori tahap-tahap perkembangan psikoseksual dari Freud yang lebih menekankan pada dorongan-dorongan seksual, Erikson mengembangkan teori tersebut dengan menekankan pada aspek-aspek perkembangan sosial. Melalui teori yang dikembangkannya yang biasa dikenal dengan sebutan Theory of Psychosocial Development (Teori Perkembangan Psikososial), Erikson tidak berniat agar teori psikososialnya menggantikan baik teori psikoseksual Freud maupun teori perkembangan kognitif Piaget. Ia mengakui bahwa teori-teori ini berbicara mengenai aspek-aspek lain dalam perkembangan. Selain itu di sisi lain perlu diketahui pula bahwa teori Erikson menjangkau usia tua sedangkan teori Freud dan teori Piaget berhenti hanya sampai pada masa dewasa.<br />
Meminjam kata-kata Erikson melalui seorang penulis buku bahwa “apa saja yang tumbuh memiliki sejenis rencana dasar, dan dari rencana dasar ini muncullah bagian-bagian, setiap bagian memiliki waktu masing-masing untuk mekar, sampai semua bagian bersama-sama ikut membentuk suatu keseluruhan yang berfungsi. Oleh karena itu, melalui delapan tahap perkembangan yang ada Erikson ingin mengemukakan bahwa dalam setiap tahap terdapat maladaption/maladaptif (adaptasi keliru) dan malignansi (selalu curiga) hal ini berlangsung kalau satu tahap tidak berhasil dilewati atau gagal melewati satu tahap dengan baik maka akan tumbuh maladaption/maladaptif dan juga malignansi, selain itu juga terdapat ritualisasi yaitu berinteraksi dengan pola-pola tertentu dalam setiap tahap perkembangan yang terjadi serta ritualisme yang berarti pola hubungan yang tidak menyenangkan. Menurut Erikson delapan tahap perkembangan yang ada berlangsung dalam jangka waktu yang teratur maupun secara hirarkri, akan tetapi jika dalam tahap sebelumnya seseorang mengalami ketidakseimbangan seperti yang diinginkan maka pada tahap sesudahnya dapat berlangsung kembali guna memperbaikinya.<br />
Delapan tahap/fase perkembangan kepribadian menurut Erikson memiliki ciri utama setiap tahapnya adalah di satu pihak bersifat biologis dan di lain pihak bersifat sosial, yang berjalan melalui krisis diantara dua polaritas. Adapun tingkatan dalam delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut :<br />
Kedelapan tahapan perkembangan kepribadian dapat digambarkan dalam tabel berikut ini :<br />
Developmental Stage Basic Components<br />
Infancy (0-1 thn)<br />
Early childhood (1-3 thn)<br />
Preschool age (4-5 thn)<br />
School age (6-11 thn)<br />
Adolescence (12-10 thn)<br />
Young adulthood ( 21-40 thn)<br />
Adulthood (41-65 thn)<br />
Senescence (+65 thn) Trust vs Mistrust<br />
Autonomy vs Shame, Doubt<br />
Initiative vs Guilt<br />
Industry vs Inferiority<br />
Identity vs Identity Confusion<br />
Intimacy vs Isolation<br />
Generativity vs Stagnation<br />
Ego Integrity vs Despair</p>
<p>Menurut Sigmund Freud, perilaku manusia itu ditentukan oleh kekuatan irrasional yang tidak<br />
disadari dari dorongan biologis dan dorongan naluri psikoseksual tertentu pada masa enam<br />
tahun pertama dalam kehidupannya. Pandangan ini menunjukkan bahwa aliran teori Freud<br />
tentang sifat manusia pada dasarnya adalah deterministik. Namun demikian menurut Gerald<br />
Corey yang mengutip perkataan Kovel, bahwa dengan tertumpu pada dialektika antara sadar<br />
dan tidak sadar, determinisme yang telah dinyatakan pada aliran Freud luluh. Lebih jauh<br />
Kovel menyatakan bahwa jalan pikiran itu adalah ditentukan, tetapi tidak linier.<br />
Ajaran psikoanalisis menyatakan bahwa perilaku seseorang itu lebih rumit dari pada apa yang dibayangkan pada orang tersebut. Di sini, Freud memberikan indikasi bahwa tantangan terbesar yang dihadapi manusia adalah bagaimana mengendalikan dorongan agresif itu. Bagi Sigmund Freud, rasa resah dan cemas seseorang itu ada hubungannya dengan kenyataan bahwa mereka tahu umat manusia itu akan punah.<br />
Dalam teori psikoanalitik, struktur kepribadian manusia itu terdiri dariid, ego dans uper ego.<br />
Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana sistem<br />
kerjanya dengan prinsip kesenangan “pleasure principle”.Ego adalah bagian kepribadian<br />
yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk menilai<br />
realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongan-doronganid agar<br />
tidak melanggar nilai-nilaisuper ego. Super ego adalah bagian moral dari kepribadian<br />
manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baik- buruk, salah- benar, boleh- tidak sesuatu<br />
yang dilakukan oleh dorongan ego.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oktintia.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oktintia.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oktintia.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oktintia.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oktintia.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oktintia.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oktintia.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oktintia.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oktintia.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oktintia.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oktintia.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oktintia.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oktintia.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oktintia.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=58&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oktintia.wordpress.com/2011/02/16/teori-psikoanalisa-yang-menggambarkan-kepribadian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87fae006d9449011a591dfc85081780a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oktintia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental</title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com/2011/02/16/sejarah-perkembangan-kesehatan-mental/</link>
		<comments>http://oktintia.wordpress.com/2011/02/16/sejarah-perkembangan-kesehatan-mental/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 13:03:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oktintia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oktintia.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah Gerakan Kesehatan Mental Seperti kesehatan fisik, kesehatan mental merupakan aspek sangat penting bagi setiap fase kehidupan manusia. Keshatan mental terentang dari yang baik sampai dengan yang buruk. Setiap orang, mungkin dalam hidupnya mengalami kedua sisi rentangan tersebut, kadang-kadang keadaan mentalnya sangat sehat, tetapi dilain waktu justru sebaliknya. Pada saat mengalami masalah kesehatan mental, seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=54&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah Gerakan Kesehatan Mental   Seperti kesehatan fisik, kesehatan mental merupakan aspek sangat penting bagi setiap fase kehidupan manusia. Keshatan mental terentang dari yang baik sampai dengan yang buruk. Setiap orang, mungkin dalam hidupnya mengalami kedua sisi rentangan tersebut, kadang-kadang keadaan mentalnya sangat sehat, tetapi dilain waktu justru sebaliknya. Pada saat mengalami masalah kesehatan mental, seseorang membutuhkan pertolongan orang lain untuk mengatasi masalah yang dihadapinya tersebuit. Kesalahan mental dapat memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari atau masa depan seseorang termasuk anak-anak dan remaja. Merawat dan melindungi keshatan mental anak-anak merupakan aspek yang sangat penting yang dapat membantu perkembangan anak yang lebih baik di masa depan. BAB II PEMBAHASAN A. Era pra Ilmiah 1. Kepercayaan Animisme Sejak zaman dulu sikap terhadap gangguan kepribadian atau mental telah muncul dalam konsep primitif animeisme, ada kepercayaan bahwa dunia ini diawasi atau dikuasisi oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang primitrif percaya bahwa angin bertiup, ombak mengalun, batu berguling, dan pohon tumbuh karena pengaruh roh yang tinggal dalam benda-benda tersebuit. Orang yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dari korban. 2. Kemunculan Naturalisme Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada zaman Hipocrates (460-467). Dia dan pengikuutnya mengembangkan pandangan revolusioner dalam pengobatan, yaitu dengan menggunakan pendekatan ”Naturalisme”, suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental atau fisik itu merupakan akibat dari alam. Hipocrates menolak pengaruh roh, dewa, syetan atau hantui sebagai penyebab sakit. Dia menyatakan: ”Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan memicu bau yang amis, akan tetapi anda tidak akan melihat roh, dewa atau hantuyang melukai badan anda”. Ide naturalkistik ini kemudian dikembangkan oleh Galen, seorang tabib dalam lapangan pekerjaan pemeriksaan atau pembedahan hewan. Dalam perkembangan selajutnya, pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi dikalangan orang-orang kristen. Seorang dokter perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filasafat politik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia telah terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, para pasiennya (yang maniac) dirantai, diikat ditembok dan ditempat tidur. Para pasien yang telah dirantai selama 20 tahun atau lebih, adan mereka dipandang sangat berbahaya dibawa jalan-jalan disekitar ruimah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak menunjukkan lagi kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya sendiri. B. Era Ilmiiah (Modern) Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan era pengobatan gangguan mental, yaitu dari animisme (irrasional) dan tradisional ke sikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi pada saat berkembangnya Psikologi Abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat, yaitu pada tahun 1783. ketika itu benyamin rush (1745-1813) menjadi anggota staff medis dirumah sakit Penisylvania. Dirumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai ”lunaties” (orang-orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyakit kegilaan tersebut, dan kurang mengetahui bagaimana menyembuhkannya. Sebagai akibatnya, pasien-pasien tersdebut didukung dalam sel yang kurang sekali alat ventilasinya, dan mereka sekali-sekali digugur dengan air. Rush melakukan usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut. Cara yang ditempuhnya adalah dengan melalui penulisan artikel-artikel dalam koran, ceramah, dan pertemuan-pertemuan lainnya. Akhirnya, setelah usaha itu dilakukan (selama 13tahun), yaitu pada tahun 1796, dirumah mental. Ruangan ini dibedakan untuk pasien wanita dan pria. Secara berkesenimbungan, rush mengadakan pengobatan kepada para pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan. Perkembangan psikologi abnormal dan pskiatri ini memberikan pengaruh kepada lahirnya Mental Hygiene yang berkembang menjadi suatu ”Body Of Knowledge” berikut gerakan-gerakan yang teorganisir. Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh gagasan, pemikiran dan inspirasi para ahli, dalam hal ini terutama dari dua tokoh perintis, yaitu Dorothea Lynde Dix dan Clifford Whittingham Beers. Kedua orang ini banyak mendedikasikan hidupnya dalam bidang pencegahan gangguan mental dan pertolongan bagi orang-orang miskin dan lemah. Dorthea Lynde Dix lahir pada tahun 1802 dan meninggal duinia tanggal 17 July 1887. dia adalah seorang guru sekolah di Massachussets, yang menaruh perhatian terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental. Sebagian perintis (pioneer), selama 40tahun dia berjuang untuk memberikan pengorbanan terhadap orang-orang gila secara lebih manusiawi. Usahanya mula-mula diarahkan pada para pasien mental dirumah sakit. Kemudian diperluas kepada para penderita gangguan mental yang dikurung dirumah-rumah penjara. Pekerjaan Dix ini merupakan faktror penting dalam membangun kesadaran masyarakat umum untuk memperhatikan kebutuhan para penderita gangguan mental. Berkat usahanya yang tak kenal lelah, di Amerika serilkat didirikan 32 rumah sakit jiwa, dimana dia layak mendapat pujian sebagai salah seorang wanita besar di abad 19. Pada tahun 1909, gerakan kesehatan mental secara formal mulai muncul. Selama dsekade 1900-19090 beberpa organisasi kesehetran mental telah didirikan, sepert: American Social Hygiene Associatin (ASHA), dan American Federation for Sex Hygiene. Perkembangan gerakan-gerakan dibidang kesehatan mental ini tidak lepas dari jasa Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Bahkan, karena jasa-jasanya itulah, dia dinobatkan sebagai ”The Founder Of The Mental Hygiene Movement”. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi. Dedikasi Beers yang begitu kuat dalam kesehatan mental, dipengaruhi juga oleh pengalamannya sebagai pasien dibeberapa rumah sakit jiwa yang berbeda. Selama dirumah sakit, dia mendapatkan pelayanan atau pengobatan yang keras dan kasar (kuarang manusia). Kondisi seperti ini terjadi, karena pada masa itu belum ada perhatian terhadap masalah gangguan mental, apalagi pengobatannya. Setelah dua tahun mendapatkan perawatan dirumah sakit dia mulai memperbaiki dirinya, dan selama tahun terakhirnya sebagai pasien, dia mulai mengembangkan gagasan untuk membuat suatu gerakan untuk melindungi orang-orang yang mengalami gangguan mental atau orang gila (insane). Setelah dia kembali dalam kehidupan yang normal (sembuh dari penyakitnya), pada tahun 1908 di menindaklanjuti gagasannya demngan mempublikasikan sebuah tulisan autobiografinya sebagai, mantan penderita gangguan mental, yang berjudul ”A Mind That Found It Self”. Kehadiran buku ini disambut baik oleh Willian james, sebagai seorang pakar psikologi. Dalam buku ini, dia memberikan koreksi terhadap program pelayanan, perlakuan atau ”treatment” yang diberikan kepada para pasien dirumah sakit-rumah sakit yang dipandangnya kurang manusiawi. Disamping itu dia melupakan reformasi terhadap lembaga yang diberikan perawatan gangguan mental. Beers meyakini bahwa penyakit atau gangguan mental dapat dicegah atau disembuhkan. Selanjutnya dia merancang suatu program yang bersifat nasional tujuan: 1. Mereformasi program perawatan dan pemngobatan terhadap orang-orang pengidap penyakit jiwa. 2. Melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat agar mereka memiliki pemahaman dan sikap yang positif terhadap para pasien yang mengidap gangguan atau penyakit jiwa 3. Mendorong dilakukannya berbagai penelitian tentang kasus-kasus dan pengobatan gangguan mental. 4. Mengembangkan praktik-praktik untuk mencegah gangguan mental. Program Beers ini ternyata mendapat respon positif dari kalangan masyarakat, terutama kalangan para ahli, seperti Wlliam James dan seorang Psikiatris ternama, yaitu Adolf Mayer. Begitu tertariknya terhadap gagasan Beers, Adolf Mayer menyarankan untuk menamai gerakan itu dengan nama ”Mental Hygiene”. Dengan demikian, yang mempopulerkan istilah ”Mental Hygiene” adalah Mayer. Belum lama setelah buku itu diterbitkan, yaitu pada tahun 1908, sebuah organisasio pertama, didirikan, dengan nama ”Connectievt Society For Mental Hygiene”. Satu tahu kemudian, tepatnya pada tanggal 19 Februari 1909 didirikan ”National Commitye Siciety For Mental Hygiene”, disini Beers diangkat menjadi sekretarisnya. Organusasi ini bertujuannya:     1. Melindungi kesehatan mental masyarakat    2. Menyusun standar perawatan para pengidap gangguan mental    3. Meningkatkan studi tentang gangguan mental dalam segala bentuknya dan berbagai aspek yang terkait dengannya.    4. Menyebarkan pengetahuan tentang kasus gangguan mental, pencegahan dan pengobatannya    5. Mengkoordinasikan lembaga-lembhaga perawatan yang ada  Terkait dengan perkembangan gerakan kesehatan mental ini, Deutsch mengemukakan bahwa pada masa dan pasca Perang Dunia I, gerakan kesehatan mental ini mengkonsentarsikan programnya untuk membantu mereka yang mengalami masalah serius. Setelah perang usai, gerakan kesehatan mental semakin berkembang dan cakupan garapannya meliputi berbagai bidang kegiatan, seperti : pendidikan, kesehatan masyarakat, pengobatan umum, industri, kriminologi, dan kerja sosial. Secara hukum, gerakan kesehatan mental ini mendapatkan pengukuhannya pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani ”The National Mental Helath Act”. Dokumen ini merupakan bluprint yang komprehensif, yang berisi program-program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat. Beberapa tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebnut itu meliputi:     1. Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, inevetigasi, eksperimen penanganan kasus-kasus, diagnosis dan pengobatan    2. Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.    3. Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental    4. Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental  Pada tahun 1950 organisasi kesehatan mental terus bertambah, yaitu dengan berdirinya ”National Association For Mental Health” yang bekerjasama dengan tiga organisasi swadaya masyarakat lainnya, yaitu ”National Committee For Mental Hygiene”, ”National Mental Health Foundation”, dan ”Psychiatric Foundation”. Gerakan kesehatan mental ini terus berkambang, sehingga pada tahun 1075 di Amerika serikat terdapat lebih dari seribu tempat perkumpulan kesehatan mental. Dibelahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui ”The World Federation For Mental Health” dan “The World Health Organization”. BAB III</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oktintia.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oktintia.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oktintia.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oktintia.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oktintia.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oktintia.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oktintia.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oktintia.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oktintia.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oktintia.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oktintia.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oktintia.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oktintia.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oktintia.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=54&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oktintia.wordpress.com/2011/02/16/sejarah-perkembangan-kesehatan-mental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87fae006d9449011a591dfc85081780a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oktintia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Kesehatan Mental</title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com/2011/02/16/konsep-kesehatan-mental/</link>
		<comments>http://oktintia.wordpress.com/2011/02/16/konsep-kesehatan-mental/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Feb 2011 12:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oktintia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oktintia.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[kata sehat berarti : dalam keadaan yang baik sekujur badan serta bagian-bagiannya, bebas dari penyakit, dalam keadaan waras ; mendatangkan kebaikan pada badan ; baik dalam keadaan biasa atau normal pikirannya; berjalan sebagaimana mestinya. Dalam definisi lain,sehat adalah kondisi seseorang dimana seluruh bagian dari manusia dapat bekerja sama dengan baik,sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=51&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kata sehat berarti : dalam keadaan yang baik sekujur badan serta bagian-bagiannya, bebas dari penyakit, dalam keadaan waras ; mendatangkan kebaikan pada badan ; baik dalam keadaan biasa atau normal pikirannya; berjalan sebagaimana mestinya.<br />
Dalam definisi lain,sehat adalah kondisi seseorang dimana seluruh bagian dari manusia dapat bekerja sama dengan baik,sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.</p>
<ul>
<li>Alexander Schneider , ilmu Kesehatan mental adalah ilmu yang mengembangkan dan menerapkan seperangkat prinsip yang praktis dan bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesejahteraan psikologis organisme manusia dan mencegah gangguan mental serta ketidak kemampuan menyesuaikan diri.</li>
<li>Samson, sin dan hofilena ; ilmu kesehatan mental sebagai ilmu yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara fungsi fungsi mental sebagai ilmu yang bertujuan untuk menjaga dan memelihara fungsi mental yang sehat dan mencegah ketidak mampuan menyesuaikan diri atau kegiatan kegiatan mental yang kalut</li>
<li>DB Klein ; Ilmu kesehatan mental adalah ilmu yang bertujuan untuk mencegah penyakit mental dan mengingkatkan kesehatan mental</li>
<li>Louis P Thrope ; ilmu kesehatan mental adalah tahap psikologi yang bertujuan untuk mencapai dan memelihara kesehatan mental.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jadi konsep kesehatan mental itu Bertujuan untuk menjaga, mengatur, memelihara kesehatan mental kita sebagaimana mesti&#8217;a agar terhindar dari penyakit yang tidak kita inginkan, karena kesehatan itu mahal. Ada baik nya kita dari sekarang mnjaga &amp; mengatur pola makan kita agar bisa terhindar dari penyakit.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oktintia.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oktintia.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oktintia.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oktintia.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oktintia.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oktintia.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oktintia.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oktintia.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oktintia.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oktintia.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oktintia.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oktintia.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oktintia.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oktintia.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=51&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oktintia.wordpress.com/2011/02/16/konsep-kesehatan-mental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87fae006d9449011a591dfc85081780a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oktintia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>E-PROCUREMENT</title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com/2010/10/25/e-procurement/</link>
		<comments>http://oktintia.wordpress.com/2010/10/25/e-procurement/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 03:40:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oktintia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oktintia.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu e-Procurement ? e-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang meliputi pelelangan umum secara elektronik yang diselenggarakan oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Proses Pengadaan Secara Elektronik Proses lelang yang dilakukan secara elektronik adalah : Pengumuman lelang oleh Panitia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=47&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#333333;"><strong>Apa itu <em>e-Procurement</em> ?</strong></span></p>
<p><span style="color:#333333;"><em>e-Procurement</em> adalah proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya  dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet dengan  memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang meliputi  pelelangan umum secara elektronik yang diselenggarakan oleh Layanan  Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).</span></p>
<p><span style="color:#333333;"> </span></p>
<p><span style="color:#333333;"><strong>Proses Pengadaan Secara Elektronik</strong></span></p>
<p><span style="color:#333333;">Proses lelang yang dilakukan secara elektronik adalah :</span></p>
<ol>
<li><span style="color:#333333;">Pengumuman lelang oleh Panitia</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Upload dokumen lelang oleh Panitia</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Download dokumen lelang oleh Panitia</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Penjelasan lelang</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Pemasukan dokumen penawaran oleh Penyedia</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Pembukaan dokumen penawaran oleh Panitia</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Pengumuman pemenang lelang</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Sanggahan kepada PPK</span></li>
</ol>
<p><span style="color:#333333;"><br />
</span><span style="color:#333333;"><strong>Mengapa Panitia Pengadaan Memerlukan <em>e-Procurement</em> ?</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#333333;">Mendapatkan penawaran yang lebih banyak</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Mempermudah proses administrasi</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Mempermudah PPK/Panitia Pengadaan dalam mempertanggung jawabkan proses pengadaan </span></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#333333;"><strong>Mengapa Penyedia Memerlukan <em>e-Procurement</em> ?</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#333333;">Menciptakan persaingan usaha yang sehat</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Memperluas peluang usaha</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Membuka kesempatan pelaku usaha mengikuti lelang</span></li>
<li><span style="color:#333333;">Mengurangi biaya transportasi untuk mengikuti lelang</span></li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color:#333333;"><strong>Mengapa Masyarakat Memerlukan <em>e-Procurement</em> ?</strong></span></p>
<p><span style="color:#333333;">Memberi kesempatan masyarakat luas untuk mengetahui proses pengadaan </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oktintia.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oktintia.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oktintia.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oktintia.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oktintia.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oktintia.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oktintia.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oktintia.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oktintia.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oktintia.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oktintia.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oktintia.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oktintia.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oktintia.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=47&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oktintia.wordpress.com/2010/10/25/e-procurement/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87fae006d9449011a591dfc85081780a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oktintia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Tahu</title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com/2010/06/11/aku-tahu/</link>
		<comments>http://oktintia.wordpress.com/2010/06/11/aku-tahu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 06:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oktintia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oktintia.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[aku tahu engkau diam di sudut itu menghitung waktu dari jam tanganmu sedang kepastian selalu menjauh darimu aku tahu engkau mampu habiskan hari-hari sepimu menumpuk laksaan rindu aku tahu engkau berusaha menghapus airmatamu setiap ada orang menyapamu setiap aku bertanya padamu untuk apa semua itu aku tak tahu lagi apa yang aku tahu dari dirimu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=39&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>aku tahu engkau diam di sudut itu</div>
</div>
<p>menghitung <a title="waktu" href="http://www.puisiku.net/tema-umum/waktu.htm">waktu</a> dari jam tanganmu<br />
sedang kepastian <a title="selalu" href="http://www.puisiku.net/tema-kesedihan/kehilangan/selalu.htm">selalu</a> menjauh darimu</p>
<p>aku tahu engkau mampu<br />
habiskan hari-hari sepimu<br />
menumpuk laksaan <a title="rindu" href="http://www.anggrekbiru.com/">rindu</a></p>
<p>aku tahu engkau berusaha menghapus airmatamu<br />
setiap ada orang menyapamu<br />
setiap aku bertanya padamu untuk apa semua itu</p>
<p>aku tak tahu lagi apa yang aku tahu<br />
dari dirimu yang membiarkan hatimu beku<br />
sedang di sini ada sebuah hati menunggumu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oktintia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oktintia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oktintia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oktintia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oktintia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oktintia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oktintia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oktintia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oktintia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oktintia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oktintia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oktintia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oktintia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oktintia.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=39&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oktintia.wordpress.com/2010/06/11/aku-tahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87fae006d9449011a591dfc85081780a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oktintia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan kreativitas n kebakatan minggu ke 3</title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com/2010/02/22/perkembangan-kreativitas-n-kebakatan-minggu-ke-3/</link>
		<comments>http://oktintia.wordpress.com/2010/02/22/perkembangan-kreativitas-n-kebakatan-minggu-ke-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 11:15:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oktintia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oktintia.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[1. Jelaskan yang dimaksud teori belahan otak kanan &#38; otak kiri, serta beri contoh nya ! Jawab: Belahan otak kanan menguasai dan mengatur belahan kiri badan, sedangkan belahan otak kiri menguasai dan mengatur belahan kanan badan. contoh: -belahan otak kanan =&#62; warna, ritme, musik, dan proses pemikiranlain yang memerlukankreativitas, orisinalitas, daya cipta, dan bakat artistic. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=16&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Jelaskan yang dimaksud teori belahan otak kanan &amp; otak kiri, serta beri contoh nya !</p>
<p>Jawab:</p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Belahan otak kanan menguasai dan mengatur belahan kiri badan, sedangkan belahan otak kiri menguasai dan mengatur belahan kanan badan.</span></p>
<p>contoh:</p>
<p>-belahan otak kanan =&gt; warna, ritme, musik, dan proses pemikiranlain yang memerlukankreativitas, orisinalitas, daya cipta, dan bakat artistic.</p>
<p>-belahan otak kiri =&gt;<span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"> berpikir holistic, spasial, metaphoric dan lebih banyak menyerap konsep matematika, sintesis, mengetahui secara intuitif, elaborasi, dan variable serta dimensi humanistic mistik</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><br />
</span></p>
<p>2. Mengapa otak kanan &amp; kiri harus bekerja secara seimbang !</p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Jawab:</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Karena bila kedua sisi otak tersebut dapat bekerja secara bergantian sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi maka akan terjadi suatu sinergi yang memberikan hasil akhir yang lebih baik.</span><br />
3. Bagaimana cara untuk menyeimbangkan cara kerja belahan otak kanan &amp; otak kiri !</p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Jawab:</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Seseorang yang semata-mata menggunakan salah satu sisi otak saja seringkali mengalami kesulitan menggunakan sisi otak yang lain secara bergantian. Karena itulah mereka yang terdidik untuk lebih dominant berpikir secara logis akan cenderung mengabaikan kemampuan kreativitasnya, sehingga akan mengalami keterbatasan kemampuan untuk berpikir di luar batas rasional yang telah diajarkan padanya. Ia akan menjadi seseorang yang berpikir dengan dimensi tunggal dan meyakini bahwa caranya tersebut adalah yang paling efektif.</span></p>
<p>4. bagaimana mengembangkan kreatifitas pada anak dimana otak kanan nya terhambat !</p>
<p>Jawab:</p>
<p>dengan cara melatih<span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"> pola pikir yang logis dan rasional, agar anak dpt mlatih otak kanannya.<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oktintia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oktintia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oktintia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oktintia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oktintia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oktintia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oktintia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oktintia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oktintia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oktintia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oktintia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oktintia.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oktintia.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oktintia.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=16&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oktintia.wordpress.com/2010/02/22/perkembangan-kreativitas-n-kebakatan-minggu-ke-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87fae006d9449011a591dfc85081780a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oktintia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Kreativitas &amp; Keberbakatan</title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com/2010/02/22/pengembangan-kreativitas-keberbakatan/</link>
		<comments>http://oktintia.wordpress.com/2010/02/22/pengembangan-kreativitas-keberbakatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 10:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oktintia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oktintia.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[1. Menurut anda mengapa kreativitas begitu bermakna dalam hidup ? Jawab: Karena dengan kreativitas kita dapat mengembangkan daya pikir, dan dengan kreativitas lah kita dapat membuat apapun  jenis kreativitas itu, sesuai dengan kmampuan individu 2. Mengapa kreativitas perlu di pupuk sejak dini ? Jawab: Untuk memunculkan atau mengembanggkan ide-ide baru yang ada pada bakat masing-masing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=10&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Menurut anda mengapa kreativitas begitu bermakna dalam hidup ?</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Karena dengan kreativitas kita dapat mengembangkan daya pikir, dan dengan kreativitas lah kita dapat membuat apapun  jenis kreativitas itu, sesuai dengan kmampuan individu</p>
<p>2. Mengapa kreativitas perlu di pupuk sejak dini ?</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Untuk memunculkan atau mengembanggkan ide-ide baru yang ada pada bakat masing-masing individu.</p>
<p>3. Bagaimana peranan atau strategi 4P untuk anak kreatif ?</p>
<p>Jawab:<br />
4. Guilford (1967) menyatakan bahwa intelejensi berkaitan dengan berpikir secara konvergen, sedangkan kreativitas adalah berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk berpikir divergen. Bagaimana menurut ada mengenai pernyataan diatas !</p>
<p>Jawab:</p>
<p>di dlm teori ini menekankan perbedaan <strong><span style="text-decoration:underline;">berfikir divergen</span></strong> ( disebut juga <span style="text-decoration:underline;">berfikir  kreatif</span>) dan <strong><span style="text-decoration:underline;">berfikir konvergen</span></strong>.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Berfikir Divergen</span></strong> :  bentuk pemikiran terbuka, yang menjajagi macam-macam kemungkinan jawaban terhadap suatu persoalan/ masalah.</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Berfikir Konvergen</span></strong>:  sebaliknya berfokus pada tercapainya satu jawaban yang paling tepat terhadap suatu persoalan atau masalah</p>
<p>Dalam pendidikan formal pada umumnya menekankan berfikir konvergen dan kurang memikirkan berfikir divergen.</p>
<p>5. Berikan contoh 3 perilaku kreatif yang mencerminkan Teori Freud (psikoanalisis) &amp; Teori Kris (mekanisme pertahanan)!</p>
<p>Jawab:</p>
<p>-Menurut teori freud:</p>
<p>=&gt; Contoh: seseorang cenderung mlakukan nikah siri di karenakan istri yg di nkahi tidak dpt mmbrikan kturunan.</p>
<p>-Menurut Teori Kris</p>
<p>=&gt; Contoh: seseorang yg mengalami regresi cnderung mempunyai bakat yg sesuai di inginkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oktintia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oktintia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oktintia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oktintia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oktintia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oktintia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oktintia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oktintia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oktintia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oktintia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oktintia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oktintia.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oktintia.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oktintia.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=10&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oktintia.wordpress.com/2010/02/22/pengembangan-kreativitas-keberbakatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87fae006d9449011a591dfc85081780a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oktintia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://oktintia.wordpress.com/2009/12/29/9/</link>
		<comments>http://oktintia.wordpress.com/2009/12/29/9/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 08:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oktintia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oktintia.wordpress.com/2009/12/29/9/</guid>
		<description><![CDATA[contoh kecemasan moril menurut saya adalah ketika saya tidak dapat ,menahan emosi saya ktika saya sedang tidak muddy&#8230; smua orang akan kena sasaran emosi saya, jd saya harap jangan pernah gnggu saya ktika saya sedang tdk mud&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=9&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>contoh kecemasan moril menurut saya adalah ketika saya tidak dapat ,menahan emosi saya ktika saya sedang tidak muddy&#8230;</p>
<p>smua orang akan kena sasaran emosi saya, jd saya harap jangan pernah gnggu saya ktika saya sedang tdk mud&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oktintia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oktintia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oktintia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oktintia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oktintia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oktintia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oktintia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oktintia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oktintia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oktintia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oktintia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oktintia.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oktintia.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oktintia.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oktintia.wordpress.com&amp;blog=9991344&amp;post=9&amp;subd=oktintia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oktintia.wordpress.com/2009/12/29/9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87fae006d9449011a591dfc85081780a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oktintia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
