Sensitization

Standar

3. Sensitization

Di dalam kasus mahasiswa yang terlambat mengumpulkan tugas, dapat dilihat sebagai suatu fenomena baru, dimana ada beberapa subjek yang sama sekali acuh dan tidak memberikan reaksi apa-apa, tetapi ada pula subjek-subjek yang sangat memperhatikan dan menunjukkan reaksinya terhadap kemarahan tersebut.

Subjek-subjek yang sangat memperhatikan dan merasakan kemarahan dosen walaupun pada saat itu, secara objektif, stimulus kemarahan kepada mahasiswa tidak ada . Proses ini secara klinis disebut : sensitivity of neurotics (kesensitifan yang neurotis). Jika kita lihat dari segi ketiadaan persepsi yang objektif, maka proses tersebut dapat kita katakan sebagai a more sentitive perception of existing stimuli (suatu persepsi yang memiliki kesensitifan melebihi keadaan stimulusnya).

Hipotesis sensitization adalah bahwa suatu objek yang sesuai dengan pola-pola tingkah laku yang pernah dilakukan akan lebih mudah diterima daripada objek-objek yang tidak sesuai dengan pola-pola tingkah laku yang pernah dilakukannya.

Sebagi contoh, misalnya; Di dalam masalah persepsi membaca, kata-kata yang pernah dipelajari akan lebih mudahditerima pola-polanya daripada ejaan-ejaannya.

Eksperimen yang dilakukan Levine, Chein dan Murphy, mengenai sensitization ini, menunjukkan sebagai berikut :

 Menggunakan sejumlah subjek yang sudah dilaparkan, dan kepada mereka diperlihatkan sejumlah gambar, di antaranya terdapat gambar makanan.

Dari hasil eksperimen tersebut ternyata :

a. Dalam keadaan lapar, subjek-subjek melihat gambar makanan di dalam kartu-kartu yang disajikan, meskipun kartu tersebut tidak terdapat gambar makanan.

b. Subjek-subjek tersebut akan lebih sering menunjukkan ketepatannya di dalam melihat gambar-gambar makanan yang disajikan beberapa kali.

Berdasarkan eksperimen tersebut menunjukkan bahwa di dalam keadaan deprivasi (lapar) timbullah suatu peningkatan efisiensi kognitif di dalam ego sewaktu menalari objek yang dilihatnya, sehingga dapat mengakibatkan meredakan deprivasi tersebut, dan proses ini juga merupakan suatu kompensasi di dalam fantasi untuk mengatasi adanyawishfulfillment, dan disebut : autistic perception.

Proses ini dapat pula kita terapkan di dalam konsep sensitization, bilamana image tentang makanan itu timbul akibat deprivasi, maka stimulus itu lebih mudah diterima.

Prinsip yang sama, terdapat pula pada eksperimen Bruner dan Postman, sebagai berikut:

J  Menggunakan beberapa subjek yang diminta untuk mencocokkan ukuran bulatan dari sinar yang dapat diubah-ubah dengan suatu benda bulat yang dipegangnya.

J  Subjek-subjek tersebut berada dalam beberapa taraf keadaan shock (merupakan variasi keadaan yang dapat diubah-ubah), dan diminta untuk mencocokkan sinar bulat dengan benda bulat yang dipegangnya itu.

J  Selama dalam keadaan shock, ternyata variasi penilaian perseptual sangat kecil, sedangkan dalam keadaan biasa(post shock) terjadi deviasi yang besar.

Berdasarkan hasil eksperimen tersebut, kedua ahli itu mengemukakan teori kewaspadaan yang selektif (Theory of Selective Vigilence), dimana dijelaskan, bahwa organisme akan melakukan diskriminasi yang lebih akurat bila berada dalam kondisi yang tertekan (stress).

 

 

 

Tetapi bila kondisi stress telah mereda, muncullah keekspansivan (melebih-lebihkan suatu penilaian), sehingga akan membuat error yang lebih banyak.

Sebagai hipotesisnya dikemukakan :

J  Ketegangan (akibat kondisi stress) akan mengakibatkan adanya peningkatan kesadaran terhadap image di dalam ingatan, dan mengakibatkan pula timbulnya penilaian yang lebih akurat di dalam mempersamakan ukuran antarapercept-memory benda yang pernah dipegangnya dengan bulatan dari sinar yang sedang dilihatnya.

  Contoh: Di dalam masalah persepsi membaca, kata-kat yang pernah dipelajari akan lebih mudah di terima pola-polanya dari pada ejaannya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s