Juvenile Deliquency

Standar


  1. 1.                   Definisi Juvenile Deliquency

a. Berdasarkan etismologi (bahasa)

Juvenile Deliquency berasal dari dua kata yaitu juvenile: remaja, deliquency: Pelanggaran, penyimpangan,atau kenakalan. Sehingga juvenile deliquency dapat diartikan sebagai “Tingkah Laku yang melawan hukum yang dilakukan oleh seseorang yang berusia remaja (di bawah 17 tahun).”

b.Menurut Hasan (Simanjuntak,1975)

Beliau mengartikannya sebagai “Perbuatan anti sosial yang dilakukan oleh anak remaja yang bilamana dilakukan oleh orang dewasa diklasifikasikan sebagai tindakan kejahatan “.

c. Menurut C. Zastrow (1982), Juvenile Deliquency atau kenakalan remaja adalah label perilaku-perilaku, seperti menjauh/menghindar dari sekolah, dari kebosanan, dari orang tua yang menterlantarkan, dari kesulitan diri, dari rumah yang bermasalah, dari situasi rumah yang membosankan, dari rumah yang tidak bahagia, dari kehidupan yang sulit, dan dari kesulitan yang satu ke kesulitan yang lain. Perilaku mereka berkisar dari perilaku agresi pasif (bolos sekolah) ke perilaku kenakalan atau kejahatan, perilaku yang tidak dapat dikendalikan (menentang aturan-aturan disiplin keluarga, minggat, mencuri kecil-kecilan di toko) ke perilaku agresi aktif  dan kejahatan (vandalisme / merusak tanpa alas an, membakar rumah dengan sengaja, dan penyerangan secara fisik). Mereka berumur di bawah 17 tahun dan berasal dari semua tingkatan ekonomi  (orang kaya, berpenghasilan menengah, pegawai tapi miskin, dan miskin akut), dan single parent maupun keluarga utuh, laki-laki maupun perempuan, dan tidak mengenal ras.

d. Pengertian kenakalan remaja Menurut Moedikdo adalah :

1)      Semua perbuatan yang dari orang dewasa merupakan suatu kejahatan bagi anak-anak merupakan kenakalan jadi semua yang dilarang oleh hukum pidana, seperti mencuri, menganiaya dan sebagainya.

2)      Semua perbuatan penyelewengan dari norma kelompok tertentu untuk menimbulkan keonaran dalam masyarakat.

3)      Semua perbuatan yang menunjukkan kebutuhan perlindungan bagi sosial.

 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa juvenile deliquency yaitu kenakalan remaja menurut bahasa, dimana perilaku remaja tersebut tidak sesuai dengan norma agama, adat istiadat dari lingkungan tersebut, dan hukum-hukum yang berlaku di lingkungan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s