Seks Pranikah

Standar

Definisi seks pranikah

Menurut Thurstone, dkk (dalam Azwar, 2005), sikap adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Sedangkan menurut Berkowitz (dalam Azwar, 2005), sikap seseorang terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak (favorable) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable) pada objek tersebut.

Menurut Bird dan Keith (1994), premarital sex adalah salah satu bentuk sexual intercourse yang dilakukan oleh pasangan yang keduanya tidak terikat dalam pernikahan.

Jadi, pengertian seks adalah bukan hanya hubungan intim, ekspresi dari seksualitas dapat terkait dengan banyak perilaku lain. Berikut ini adalah bentuk-bentuk perilaku seksual (Benokraitis, 1996)

a. Masturbasi merujuk kepada pemuasan seks yang dilakukan oleh diri sendiri yang melibatkan beberapa bentuk dari stimulasi/rangsangan fisik langsung. Masturbasi biasanya melibatkan menggosok, menyentuh, mengelus dengan lembut, meremas atau dengan merangsang organ vital, tetapi masturbasi juga dapat melalui rangsangan dari bagian tubuh lain, seperti payudara, paha bagian dalam, atau anus.

b. Petting adalah kontak atau hubungan fisik antara orang untuk menghasilkan rangsangan erotis tetapi tanpa melakukan hubungan intim/senggama. Petting, yang termasuk di dalamnya adalah menyentuh dan mengelus dengan lembut berbagai bagian tubuh terutama payudara dan organ vital, biasanya lebih dapat diterima daripada hubungan seks karena petting bersifat kurang intim dan tidak menyebabkan kehamilan.

c. Oral seks termasuk beberapa tipe rangsangan seperti Fellatio (dari bahasa latin untuk ”menghisap” atau ”menyedot”) merujuk kepada rangsangan terhadap penis laki-laki dan Cunnilingus (dari bahasa latin untuk ”vulva” dan ”lidah”) merujuk kepada stimulasi atau rangsangan oral terhadap organ vital wanita.

Berdasarkan definisi dari sikap dan seks pranikah di atas dalam penelitian ini sikap mengenai seks pranikah didefinisikan sebagai tingkatan sejauhmana seseorang mendukung atau memihak (favorable) maupun tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable) terhadap aktivitas seksual, yang antara lain necking, petting, masturbasi, oral seks, anal seks, dan sexual intercourse yang dilakukan oleh pasangan yang keduanya tidak terikat dalam pernikahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s